Domba Kurban Mulai Bermunculan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Domba Kurban Mulai Bermunculan

Domba Kurban Mulai Bermunculan

Written By Mang Raka on Selasa, 22 Agustus 2017 | 14.00.00

*Buka Harga Rp 2 Juta sampai Rp 5 Juta

CILAMAYA WETAN, RAKA - Meski Hari Raya Idul Adha masih 10 hari lagi namun lapak penjual hewan kurban mulai banyak didatangi pembeli. Salah satunya lapak yang ada di Desa Cilamaya, Kecamatan Cilamaya Wetan. Sejak buka penjualan seminggu lalu hingga kemarin puluhan hewan kurban laku terjual.

"Baru seminggu ini saya membuka penjualan hewan kurban, sedikitnya 25 ekor domba telah laku terjual," ungkap pemilik lapak penjualan hewan kurban Haikal Putra Aqiqah Yayan S Mulyana, Senin (21/8) kepada Radar Karawang di lapaknya. Menurut Yayan setiap tahun dia menjual hewan kurban yang didatangkannya dari Wanayasa Kabupaten Purwakarta.
Tahun ini sebut Yayan, meskipun musim paceklik masih berlangsung di Cilamaya, dia mentargetkan domba yang dijajakan tidak jauh dari Pasar Cilamaya ini, mampu terjual 120 ekor. Buktinya, dalam seminggu membuka lapak saja, domba yang dipeliharanya dengan pakan rumput sembilan karung perhari ini, sudah terjual 25 ekor dengan varian harga Rp 2 jutaan - Rp 5 jutaan.
Yayan juga menambahkan, di lapaknya pembeli juga bisa menitipkan hewan yang sudah dibelinya dan akan diantara saat hari penyembelihan. Yayan sendiri tidak menampik jika saat ini memang musim paceklik sehingga ancaman menurunnya omset ketimbang penjualan tahun lalu itupun tidak bisa dipungkiri. Kendati demikian Yayan tetap optimis dombanya tetap akan terjual. "Memang sekarang ini musim paceklik, tapi masyarakat tetap memburu hewan kurban di lapaknya, baik dari Cilamya maupun dari Subang," ungkapnya.
Soal pakan, sebut Yayan, diakuinya cukup sulit, jikapun ada harus memarit disekitaran Perum Sukamandi, bahkan sesekali domba-dombanya jni disuguhi ampas tahu dengan harga Rp 50 ribu perkarung. Itu belum termasuk kebutuhan pakan rumput puluhan domba dilapaknya yang mencapai sembilan karung perhari. Jika di nominalkan harga rumput perkarungnya sendirj dihargai Rp 30 ribuan.
Wajar saja sambung Yayan,  jika setiap tahun ada peningkatan harga domba, apalagi di musim menjelang Idul Adha, meskupun selisihnya antara Rp 50 - 100 ribuan perekornya. Namun karena kurban adalah ibadah, masyarakat sudah mempersiapkan tabungan jauh-jauh hari, sehingga setiap musim penjualan hewan kurban ini tetap terjual.
"Saya optimis domba yang saya jual laku keras. Itu dilihat bukan saja karena domba saya memenuhi syarat kurban, tetapi juga warna, gemuk, kesehatan dan tanduknya. Semua itu mempengaruhi minat pembeli. "Kita inginkan target terjual 120 ekor itu agar biaya operasional tidak nombok, belum tempat lapaknya kan harus disewa," ujar Yayan.
Sementara Purwanto pembeli hewan kurban asal Kecamatan Telagasari, mengatakan dia membeli hewan kurban dari uang hasil menabung dan hewan kurban yang dibelinya jenis domba. Namun dikatakannya, diapun tidak asal membeli domba tetapi harus mencermati apakah domba itu sudah memenuhi syarat kurban. "Saya beli hewan kurban bukan asal beli saja asal memenuhi syarat secara agama, tetapi juga berkualitas dan gemuk. Selain sudah tersertifikasi sehat," ucapnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template