Divaksin Rubella Anak SD Meringis - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Divaksin Rubella Anak SD Meringis

Divaksin Rubella Anak SD Meringis

Written By ayah satria on Rabu, 02 Agustus 2017 | 21.12.00

KARAWANG, RAKA - Sebanyak 660 pelajar SDN Nagasari II di Jalan Dewi Sartika menerima imunisasi campak dan rubella. Dari jumlah tersebut sebanyak 20 siswa diantaranya tidak melaksanakan imunisasi akibat sakit dan akan dilakukan imunisasi susulan di Puskesmas Nagasari, Kecamatan Karawang Barat.
Kepala SDN Nagasari II, Lilis Kholilah menyampaikan, rasa senang dan bahagianya menyaksikan anak didiknya terutama anak kelas 1 SD divaksin rubella. Lilis mengatakan anak didiknya sangat bersemangat dalam melaksanakan kegiatan nasional yang perdananya dilakukan di sekolahnya. "Alhamdulillah anak-anak sangat senang, bahkan ada yang mengatakan untuk saya (Lilis Kholilah) kapan disuntiknya," terangnya kepada Radar Karawang, Selasa (1/8).
Kata Lilis, dengan imunisasi yang dilakukan puskesmas Nagasari merupakan bukti nyata pemerintah sangat menyayangi masyarakatnya, terutama dengan dilakukan penyuluhan dan pemberian obat imunisasi campak dan rubella yang dimana penyakit tersebut sangat mengerikan jika dirasakan oleh generasi muda. "Sebanyak 660 siswa SDN Nagasari ikut imunisasi mulai dari kelas 1 sampai 6, walaupun ada yang tidak bisa ikut akibat sakit, tapi nanti kita akan lakukan di Puskesmas setelah sembuh," terangnya.
Dirinya juga menyampaikan, kalau persoalan suntik menyuntik anak muridnyalah yang sangat siap dan berantusias, apalagi mengenai dengan beredarnya penyakit campak dan rubella, karena setahunya saat dilakukannya imunisasi bias saja semangat anak didiknya cukup besar apalagi dengan adanya imuniasi mengenai penyakit. "Harapan saya semua murid SDN nagasari 2 bisa melakukan imunisasi semuanya, dan saat ini saya buka gerbang sekolah bagi orangtua yang akan mendampingi anaknya melakukan imunisasi," terangnya.
Siswa SDN Nagasari kelas 6 A, M Akmal Romdhoni (11) menyampaikan, sepengalamannya dengan dilakukan pengobatan secara rutin yang dilakukan Puskesmas bukan lagi hal baru baginya, sekalipun dirinya selalu merasa deg-degan saat akan dilakukan penyuntikan. "Awalnya deg-degan, tapi sesudahnya lega. Tidak sakit. Kirain saya sendiri tahunya banyakkan sama temen-temen jadi seneng tidak takut," terangnya.
Siswa lain, Alban Fachri Adinata (10) menyampaikan, baginyapun bukan hal yang baru jika pelaksanaan imunisasi dilakukan di SDnya oleh Puskesmas nagasari, dengan pengalamannya sekalipun meras deg-degan namun katanya saat dilakukan cuman terasa seperti digigit semut walaupun sesudahnya merasa nyut-nyutan. "Seneng bisa di suntik bareng temen-temen, sebelumnya pernah kaya gini, enak jadi gak takut," terangnya.
Namun beda halnya dengan Adit Santoso (11) sekalipun sudah mengalami hal yang serupa, namun dirinya sangat meras troma dengan dilakukannya imunisasi, bahkan dirinyapun sampai menangis. "Saya trauma disuntik, nangis karena liat jarum suntikan, tapi seudahnya mah gak kenapa-kenapa," terangnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template