Dinas Lingkungan Hidup Kecolongan, Pengelola Limbah B3 Timbun 100 Ton Obat Kadaluarsa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Dinas Lingkungan Hidup Kecolongan, Pengelola Limbah B3 Timbun 100 Ton Obat Kadaluarsa

Dinas Lingkungan Hidup Kecolongan, Pengelola Limbah B3 Timbun 100 Ton Obat Kadaluarsa

Written By Mang Raka on Sabtu, 19 Agustus 2017 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kabupaten Karawang kecolongan. Pasalnya, salah satu perusahaan pengolah limbah bahan berbahaya dan beracun milik Provinsi Jawa Barat yang berada di Cikampek, yaitu PT Jasa Medivest ditutup paksa oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jumat (18/8).
"Iya ditutup, sekitar seminggu yang lalu ada tim dari kementerian (KLHK) datang kesini (Dinas) dan minta diantar ke PT Jasa Medivest," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang Wawan Setiawan kepada Radar Karawang.
Alasan ditutupnya perusahaan yang bergerak di bidang limbah medis itu, karena ada pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Berdasarkan aturan, seharusnya perusahaan limbah medis menghancurkan limbahnya dengan cara dibakar dalam waktu tidak lebih dari 2X24 jam. Tetapi saat pihak kementerian melakukan sidak, ada limbah medis yang sudah melebihi batas waktu dibiarkan begitu saja. "Jadi perusahaan itu sudah kena sanksi berupa paksaan pemerintah," ujarnya.
Pihak kementerian memberikan sanksi paksaan agar limbahnya segera dimusnahkan atau diberikan ke perusahaan lain yang sudah mengantongi izin, untuk menghancurkan limbah medis. Karena perusahaan tersebut hanya memiliki izin pengoperasian satu alat incinerator. Meski memiliki dua alat incinerator, tetapi yang satu lagi belum memiliki izin dari kementerian. "Makanya limbahnya overload, karena perusahaan medis yang kerjasama dengan PT Jasa Medivest semakin banyak," ujarnya.
Dia sendiri mengaku merasa kecolongan saat ada temuan dari KLHK, karena seharusnya sebagai dinas di daerah yang menangani hal tersebut, bisa lebih dulu mengetahui adanya pelanggaran. Meski demikian, Dinas Lingkungan Hidup terakhir melakukan pengecekan rutin terhadap perusahaan tersebut pada bulan Februari lalu, saat dirinya belum menjabat sebagai kepala dinas. "Waktu pengecekan oleh pengawas kami, limbahnya tertutup oleh seng. Makanya itu terlewat. Ternyata dibalik seng itu ada limbah yang harus dimusnahkan," ujarnya.
Penimbunan limbah medis itulah yang kemudian menjadi temuan oleh pihak KLHK, sehingga pada akhirnya memberikan sanksi penutupan pada PT Jasa Medivest. Adapun posisi dari limbah yang ditimbun itu menurut Wawan ada di sebelah kiri gerbang pintu masuk. "Yang sebelah kanan perkantoran yah, itu adanya sebelah kiri," pungkasnya.
Direktur Pengaduan, Pengawasan dan Sanksi Administrasi, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK Rosa Vivien Ratnawati di Jakarta, mengatakan perusahaan itu telah melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah B3. Pihaknya menemukan kurang lebih 1.000 ton timbunan limbah medis dan infeksius diletakkan di tempat terbuka dan hanya ditutup terpal. Sementara di gudang ditemukan 475 ton limbah klinis dibungkus kemasan plastik klinis berwarna kuning, 100 ton obat kadaluarsa serta limbah medis lainnya yang telah disimpan sejak 2016. "KLHK akan menindak tegas perusahaan yang telah melakukan pelanggaran izin dan peraturan lingkungan hidup," ujar dia.
Atas kejadian tersebut, KLHK telah memberikan Sanksi Administratif Penghentian Kegiatan kepada PT Jasa Medivest melalui SK Menteri LHK Nomor 4240/Menlhk-PHLHK/PPSA/GKM.0/08/2017. Untuk sementara waktu, ia mengatakan PT Jasa Medivest tidak boleh menerima limbah dan wajibkan mengolah limbah yang sudah ada. Kewajiban lainnya yakni perusahaan itu diwajibkan untuk memulihkan bekas lokasi timbunan limbah medis yang telah terkontaminasi. "Saya menganjurkan agar perusahaan-perusahaan penghasil limbah B3 tidak mengirimkan limbahnya, sampai pihak PT Jasa Medivest melakukan perbaikan sesuai dengan perintah sanksi administrasi," ujarnya. (zie/psn/klh)
Berbagi Artikel :

2 komentar:

  1. LHK itu bukan Lingkungan Hidup dan Kebersihan, tapi Lingkungan Hidup dan Kehutanan

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template