Beras Perelek Terkumpul 300 Ribu Liter - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Beras Perelek Terkumpul 300 Ribu Liter

Beras Perelek Terkumpul 300 Ribu Liter

Written By Mang Raka on Kamis, 10 Agustus 2017 | 15.30.00

- Dana Pengganti Rp 468 Juta

PURWAKARTA,RAKA- Kebijakan pengelolaan beras perelek yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Purwakarta sejak 2015 lalu hingga saat ini terus diberlakukan. Bahkan sejak dua tahun terakhir pengolahan beras perelek menujukan angka perolehan yang signifikan.
Beras perelek sendiri merupakan bagian dari tradisi masyarakat Sunda yang mengedepankan partisipasi warga dalam mengumpulkan beras seikhlasnya, dikelola oleh RT hingga pemerintahan desa. Dari data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Purwakarta menyebutkan, beras yang dihimpun di setiap RT di seluruh Purwakarta hingga saat ini sudah mencapai ratusan ribu liter. "Dari 17 kecamatan di Purwakarta, saat ini beras yang terkumpul sudah mencapai 300 ribu liter lebih," ujar Kepala Diskominfo Purwakarta, Suhandi di Purwakarta, kemarin.
Ia mengatakan, bagi masyarakat yang ingin melihat dan mengetahui perolehan beras perelek yang terkumpul datanya bisa diakses melalui website daluwang.purwakartakab.go.id/laporan-eperelek. Penghimpunan beras sendiri dilakukan oleh masing-masing pengurus RT dan perolehan serta peruntukannya dilaporkan dari pemerintahan desa hingga ke level Pemkab Purwakarta. Jika warga tidak bisa menyumbang beras, sebagai gantinya, bisa diganti dengan memberikan uang seikhlasnya. Sejak dua tahun berjalan, nilai uang pengganti beras mencapai hampir setengah miliar. "Bisa dicek di data itu jumlah perolehan uang pengganti beras perelek di 17 kecamatan di Purwakarta mencapai sekitar Rp 486 juta lebih," ujar Suhandi.
Menurutnya, level Pemkab Purwakarta tidak akan intervensi terkait penggunaan dana tersebut. Dana bisa digunakan untuk kepentingan darurat di setiap RT. Menurut pengamat kebijakan publik di Purwakarta, Doni Irawadi mengatakan, penghimpunan beras dan uang dalam program ini mengacu pada Peraturan Bupati Purwakarta Nomor 70 A Tentang Desa Berbudaya. Namun, perbup itu jadi tidak bertaji karena banyak pasalnya termasuk pasal mengatur beras perelek, dicabut oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dalam Keputusan Gubernur Jabar Nomor 188.342/Kep.1354-Hukham /2015. "Sehingga setelah pasal perbup itu dicabut, beras perelek ini sebenarnya tidak memiliki dasar hukum. Beras perelek di Purwakarta dikelola berdasarkan semangat tradisional," ujar Doni Irawadi melalui ponselnya.
Hanya saja, kata ia, kebijakan tersebut bisa saja terus dijalankan meski tidak memiliki dasar hukum mengikat. Pasalnya, kebijakan tersebut memiliki azas kebermanfaatan. "Tapi meski begitu, pengawasannya harus ditingkatkan, jangan sampai dana uang pengganti beras justru dijadikan bancakan di setiap kampung," katanya.
Doni mengungkapkan, pengurus RT sebagai pengelola beras dan dana uang pengganti beras dengan program itu akan mengelola uang yang tidak sedikit. Dalam satu RT saja, minimal Rp 5 juta dikelola. "Selain membiasakan hidup gotong royong, program ini juga mewajibkan pengelolanya untuk jujur dalam mengelola beras maupun dana berupa uang pengganti beras, jangan sampai membuka celah korupsi di level RT sekalipun," pungkasnya. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template