Beraksi di Jalan Utama Telukjambe Barat - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Beraksi di Jalan Utama Telukjambe Barat

Beraksi di Jalan Utama Telukjambe Barat

Written By Mang Raka on Senin, 21 Agustus 2017 | 16.00.00

*Pembalap Motor Dikeluhkan Warga Desa Margakaya

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Warga Desa Margakaya, Kecamatan Telukjambe Barat, di sepanjang Tanggul Irigasi Tarum Barat, jalan utama Telukjambe Barat, Minggu (20/8) mengeluhkan aksi kebut-kebutan pengendara motor. Terlebih di jam-jam sibuk berangkat dan pulang kerja pagi dan sore hari, aksi itu dinilai membahayakan warga disepanjang jalan itu.

"Kita pengendara mobil mesti hati - hati karena mereka kadang menyalip bukan di kanan saja bahkan masuk bahu kiri jalan," ungkap Suhud (45) sopir minibus asal Kampung Bakannambo Desa Wanakerta. Suhud khawatir akibat aksi ugal-ugal pengendara motor itu mobil menyenggol motor yang dikendarai pengebut hingga bisa menyebabkan kecelakaan.
Suhud sendiri tidak mengerti mengapa para pengendara motor itu mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Bahkan seringkali dilakukan karyawan yang masih mengenakan seragam kantornya. Padahal setiap kali mereka beraksi kondisi jalan raya justru dalam keadaan padat. Sehingga aksi itu terang membahayakan pengendara lain yang juga menggunakan jalan tersebut.
"Yang saya herankan ternyata diantara para pengebut itu banyak juga karyawan yang mengenakan seragam. Entah karena mereka terburu-buru takut terlambat ke kantor atau karena apa. Yang jelas aksi itu mereka lakukan bukan saja saat berangkat kerja tetapi juga pulang kerja," tandas Suhud memperjelas alasan kalau aksi kebut-kebutan yang terjadi tidak semata lantaran takut telat sampai kantor tetapi karena memang sudah hobi.
Di tempat terpisah, Warjo (30) sopir truk asal Kabupatgen Brebes yang kebetulan menghentikan kendaraannya dipinggir jalan mengeluhkan hal sama. Bahkan menurut dia para pengebut itu sama sekali tidak sayang nyawa mereka. Mereka mengendarai motor tanpa memikirkan keselamatan dirinya. Bahkan sering kali menyalip kendaraan di depannya tanpa memperhitungkan keselamatan. "Kita jadi serba salah, kalau aksi mereka ternyata menyebabkan kecelakaan buntut-buntutnya tetap kita pengedara truk yang disalahkan. Padahal kecelakaan terjadi karena ulah mereka," ungkap Warjo.
Tidak hanya itu, Warjo juga mengeluhkan lampu sen yang diberikan para pengebut itu tidak sesuai dengan kenyataan. Kadang mereka lampu sen kiri menyala tetapi pengendara motornya membelokkan kendaraan ke kanan. Itu sempat kagok Warjo dan untungnya dia berhati-hati sehingga tidak sampai terjadi kecelakaan. "Memberi lampu sen juga tidak benar. Yang hidup sen kiri motornya malah belok ke kanan," katanya.
Warjo juga sempat melihat ada ibu-ibu berjalan ke pinggir dan makin kepinggir karena khawatir tersambar motor para pengebut. "Ada ibu-ibu yang sudah mengambil jalan kepinggir karena melihat ada motor melintas dengan kecepatan tinggi dia terus kepinggir sampai hampir terjatuh," ucapnya.
Sementara Ishak (29) warga Desa Purwadana, yang juga karyawan di zona kawasan industri KIIC tidak menyangkal jika dia sering mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Itu dilakukan karena mengejar waktu lantaran takut terlambat sampai kantor. "Memang benar, kadang yah kami ngebut kakrena kejar waktu, tapi lya tidak balapan," ucapnya ketika menghentikan kendaraannya dipinggir jalan. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template