Banyak Warung di Dengklok Sediakan PSK - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banyak Warung di Dengklok Sediakan PSK

Banyak Warung di Dengklok Sediakan PSK

Written By ayah satria on Kamis, 03 Agustus 2017 | 08.30.00

RENGASDENGKLOK, RAKA- Diduga menyediakan wanita penghibur, beberapa warung remang-remang di pos banjir Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok terancam dibongkar paksa. Rencana pembongkaran warung yang berada di pos banjir tersebut, menyusul banyaknya keluhan dari masyarakat dan pengguna jalan yang resah dengan keberadaan warung yang menyediakan wanita penghibur. Selain itu, juga karena warung tersebut belum mempunyai izin dari pemerintah desa setempat.
Menurut Kepala Desa Kertasari Irham, dirinya mengakui warung yang berada di pos banjir belum mempunyai izin dari desa,  dirinya juga mengakui banyak masyarakat dan penguna jalan yang mendesak agar warung-warung tersebut dibongkar. Selain itu, dirinya juga menegaskan kebanyakan pemilik warung yang berada di pos banjir tersebut adalah masyarakat luar Desa Kertasari, dirinya juga sudah mengadukan hal tersebut kepada Satpol PP Kecamatan Rengasdengklok, agar segera dilakukan pembongkaran. "Banyak masyarakat yang mengeluhkan adanya warem tersebut, jadi kita lapor ke Satpol PP untuk membongkarnya," katanya, kepada Radar Karawang.
Menaggapi keluham masyarakat ini, Kasi Trantib Kecamatan Rengasdengklok Junaedi Abdullah, melakukan pemanggilan kepada para pemilik warumg dan mengimbau agar melakukan pembongkaran warungnya sebelum Satpol PP beserta unsur masyarakat melakukan pembongkaran paksa. Pasalnya, situasi sempat tegang saat musyawarah berlangsung, karena salah satu pemilik warung tidak bersedia membongkar warungnya.
Menurut Junaedi, pihaknya telah memberikan surat peringatan kepada pemilik warung agar tidak menyediakan wanita malam saat berdagang, namun warung-warung terswbut masih membandel dan tetap memaksa dengan memamoangkan wanita binaannya nongkrong ditepian jalan, belum lagi mirasnya. Atas hal tersebut, pihaknya memberikan waktu tenggang selama 5 hari untuk melakukan oembongkaran sendiri, dan apabila dalam waktu yang sudah ditentukan masih saja seperti ini, ia berjanji akan melakikan pembongkaran secara paksa. "Saya sudah mengimbau kepada mereka jauh-jauh hari, dan kini keadaan masyarakat semakin gaduh, pokoknya jangan sampai kami yang turun tangan langsung, kalau bisa bongkar sendiri, karena warung remang-remang ini sudah meresahkan warga, belum lagi dengan banyaknya anak-anak sekolah yang melintas, tentu saja akan mengganggu," katanya.
Sedangkan menurut salah satu tokoh agama Desa Kertasari, Abdurrohman, ia sangat setuju dengan langkah yang dilakukan oleh Satpol PP Kecamatan Rengasdengklok dan pemerintah Desa Kertasari untuk melakukan pembongkaran warung remang-remang tersebut, mengingat kehadiran warung remang-remang tersebut sangat meresahkan warga sekitar, belum lagi dengan menyediakan minuman keras. "Udah mah nyediain miras, jablay pula, gimana generasi mau maju kalau anak-anaknya dipertontonkan hal seperti itu?," tandasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template