Banyak Angkot Butut Beroperasi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Banyak Angkot Butut Beroperasi

Banyak Angkot Butut Beroperasi

Written By ayah satria on Sabtu, 12 Agustus 2017 | 13.52.00

KOTABARU, RAKA - Masalah angkutan di Kabupaten Karawang nampaknya tidak ada habisnya. Kali ini dilapangan banyak ditemukan angkot yang sudah tidak layak tetapi masih tetap beroperasi. Seharunya Dinas Perhubungan Karawang segera melakukan penertiban.
"Masih banyak angkot yang sudah doyok tapi bebas beroperasi dijalanan. tapi kenapa dishubnya diam saja," kata Yarhadi (50) warga Pucung, Kecamatan Kotabaru, kepada Radar Karawang, Jumat (11/8).
Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Umum Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang Rochman mengaku sudah merencaakan akan dilakukan pendataan terhadap angkutan umum yang beroperasi di Kabupaten Karawang. Pendataan tersebut akan dilakukan sekiatar bulan november atau desember. "Kami juga hawatir sudah banyak angkot yang datanya tidak sesuai, karena kalau dibiarkan, akan melanggar aturan yang berlaku," katanya.
Menurutnya, data angkot yang telah melakukan uji kelayakan untuk beroprasi pada tahun 2016 mencapai 732. Oleh karenanya jika ada pengendara angkutan yang melanggar aturan, maka akan terkena tilang oleh pihak Kepolisian atau Penyelidik Dishub. Ini dilakukan sesuai tupoksi Polisi dan Dishub, dengan demikian, angkutan umum tidak seenaknya beroperasi di Karawang. "Harus melakukan uju KIR terlabih dahulu, kalau sudah layak baru boleh beroperasi," katanya.
Ia menambahkan, Bagi penumpang yang menggunkan jasa angkot, untuk pembayarannya sudah di atur dalam SK yang dikeluarkan oleh Dishub. Jarak dari Cikampek ke Klari, untuk umum Rp 10.700, sedangkan untuk anak sekolah Rp 4.700. Jarak dari Cikampek ke Jatisari harganya sama, untuk umum Rp 10.700 dan anak sekolah Rp 4.700. Jarak dari Cikampek ke Lemahabang Wadas, untuk umum Rp 8.700 dan  anak sekolah Rp 2.700. Oleh karenanya ketika di lapangan tidak sesuai bisa melapor ke Dishub. "Itu harus ditangani, karena melanggar aturan," ucapnya.
Dia berharap, semua pengendara angkot bisa menaati peraturan yang ada, agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Karena ketika tidak dijalankan akan merugikan banyak orang. "Semua pengendara harus punya kesadran dalam melaksanakan uju KIR, karena uji KIR haya 6 bulan sekali, dan selain itu bisa menjalankan sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya. (cr1)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. udah saatnya angkutan kota di ambil alih oleh pemda, jadi ke urus angkot2 yg jelek harus di gantiin.. bikin koperasi,klo di kelola scra pribadi mah kagak bakal bagus...

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template