70 Persen Pelajar Karawang Suka Teler - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 70 Persen Pelajar Karawang Suka Teler

70 Persen Pelajar Karawang Suka Teler

Written By Mang Raka on Senin, 14 Agustus 2017 | 19.50.00

KLARI, RAKA - Peredaran narkoba di kalangan pelajar di Kabupaten Karawang sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) 70 persen pelajar di Kota Pangkal Perjuangan pernah mengkonsumsi excimer.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Karawang Nandang Mulyana mengatakan, jika diasumsikan ada seribu siswa, maka 700 orang diantaranya pernah menelan pil yang seharusnya diperuntukan pasien sakit jiwa. " Ini jelas bahaya, makanya kami dari Dinas Pendidikan, BNN (Badan Narkotika Nasional) Karawang dan BNN Provinsi Jawa Barat bekerjasama untuk melakukan tes urine (pelajar)," katanya kepada Radar Karawang.
Rencana tes urine itu, kata Nandang, jangan sampai membuat para orangtua antipati. Justru seharusnya mendukung program itu, dan mendorong anak-anaknya ikut tes yang akan digelar beberapa waktu kedepan. "Kita berharap yang terbaik agar anak-anak kita bisa jauh dari bahaya narkoba. Kita akan terus galakan sosialisasi ini," jelasnya.
Meski begitu, dia belum bisa menjelaskan berapa anggaran tes urine, karena yang akan menjalankan tes itu adalah BNN Karawang. Dirinya hanya menghimbau seluruh siswa dan para orangtua, agar ikut melancarkan program tersebut. Sedangkan yang terbukti positif pengguna narkoba tidak akan diberi sanksi, tapi harus direhab. "Lulusan SMP yang meneruskan pendidikan ke SMA/SMK sebanyak 36.168 siswa," jelasnya.
Sementara itu, guru SMPN 1 Klari Nurwati S.Pd meminta kepada BNN agar tidak mempublikasi siswa yang positif pengguna narkoba. Dikhawatirkan membuat siswa tersebut minder saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah. "Kalau ibu sih yakin untuk di SMPN 1 Klari tidak ada. Tapi jikapun ada nanti kasian sama anaknya juga," katanya.
Dia juga menjelaskan, program tersebut sengaja dilakukan kepada seluruh siswa, agar mereka tidak berani mencoba mengkonsumsi barang haram tersebut. Namun, cara tes urine nanti harus dikemas sedemikian rupa, agar para pelajar tidak takut saat mengikuti kegiatan tersebut.  "Sebagai orangtua dan guru kita juga harus ikut memikirkan, dan mengawasi setiap pergaulan siswa di sekolah maupun di luar. Jangan sampai mereka turun ke pergaulan yang bebas," pesannya.
Guru lainnya, Purwanti S.Pd mengatakan, pemerintah juga harus menyediakan tempat rehab bagi siswa yang positif narkoba. Jangan sampai kata dia, kegiatan belajar mengajar siswa bisa terganggu ketika harus direhabilitasi. "Harus disertai juga tempat rehab di Karawang, biar lebih dekat dan tidak menggangu KBM siswa," ucapnya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karawang Wulan Puspitasari mengatakan, pada tahun 2015 dari 600 orang pelajar yang direhabilitasi, 6 orang di antaranya merupakan murid SD, serta beberapa orang lainnya merupakan pelajar SMP. "Bahkan yang menjadi perhatian, pengedar untuk anak SD ini adalah seorang nenek berusia 56 tahun," ujarnya. (yna/psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template