Tronton Tua Gagal Menanjak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tronton Tua Gagal Menanjak

Tronton Tua Gagal Menanjak

Written By Mang Raka on Kamis, 27 Juli 2017 | 12.00.00

*Sempat Berjalan Mundur Setelah Patah As

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Kontainer double dengan kapasitas besar mogok ditanjakan Pasir Nyongcot, Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat, Rabu (26/7). Akibatnya kemacetan pun tidak terelakan. Antrean kendaraan mengular hingga puluhan meter.

Ditanjakan tersebut bukan kali pertama kendaraan khususnya truk mengalami mogok. Kuat dugaan truk itu tidak laik jalan sehingga tidak kuat begitu melintasi jalanan menanjak hingga mengakibatkan mogok. Seperti yang di alami dengan truk tronton pengangkut besi B 9033 BOK, truk mogok karena muatannya overload setelah mengalami patah as roda belakang.
Pantauan Radar Karawang di lapangan kemacetan panjang terjadi karena petugas memberlakukan sistem buka tutup. Untungnya warga sekitar ikut membantu pengaturan lalu lintas agar tidak menimbulkan kemacetan. Sayangnya kejadian tersebut yang sering terjadi berulang ulang belum mendapat perhatian khususnya Dinas Perhubungan (Dishub) agar bisa menindak kendaraan yang tidak layak jalan sehingga tidak terjadi lagi truk mogok dan mengakibatkan jalanan macet.
Deni (29) Warga Desa Wanakerta, Kecamatan Telukjambe Barat mengatakan jika truk mengalami mogok sekitar jam 8 pagi. Menurut informasi kondektur truk karena patah gardan as belakang. Dirinya pun menyampaikan warga sekitar pun mengambil inisiatif membantu lalulintas sambil ngencreng meminta sumbangan untuk membeli kopi dan rokok yang membantu mengatur lalu lintas. "Sopirnya langsung pergi ke poll pabrik. Katanya mau memberitahukan kepada rekannya agar bisa membawa Storing supaya secepatnya dilakukan perbaikan agar truk kembali jalan," tandasnya.
Sementara ketika diwawancarai kondekturnya, menolak dilakukan konfirmasi terkait kerusakan kendaraan tersebut. Bahkan menolak menyebutkan namanya. Sementara pemilik warung kelontong, tidak jauh dari lokasi kejadian, Sakum (36) mengatakan jika sudah banyak truk yang mengalami mogok di tanjakan tersebut. Dirinya menegaskan upaya pemerintah bisa bersikap tegas melarang truk-truk tidak layak jalan.  Sehingga tidak terus terulang ada truk mogok ditengah jalan yang bisa mengakibatkan kecelakaan.
"Seperti tembok sekolah sudah berapa kali jadi korban truk yang mengalami oleng dan menubruk pagar. Dan memang belum ada korban jiwa, tapi kalau bisa melihat sering nya kejadian tersebut terjadi berulang-ulang, sudah seharusnya pemerintah mengambil sikap supaya hal itu tidak terulang lagi. Masakan harus menunggu ada korban jiwa baru disikapi," ucapnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template