Sekali Dikencani, ABG Karawang Dapat Upah Rp 400 Ribu - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Sekali Dikencani, ABG Karawang Dapat Upah Rp 400 Ribu

Sekali Dikencani, ABG Karawang Dapat Upah Rp 400 Ribu

Written By Mang Raka on Selasa, 25 Juli 2017 | 17.04.00

- Broken Home Berujung Prostitusi

KARAWANG, RAKA - Anak mana yang bisa hidup bahagia jika kedua orangtuanya selalu bertengkar. Apalagi pertengkaran itu berujung perceraian. Dipastikan membuat hati anak remuk redam. Hilang kasih sayang, runyam masa depan.
Seperti dialami oleh perempuan berinisial MPA. Gadis bersahaja yang dulu dikenal sangat bawel dan super aktif itu, kini mulai layu. Kekerasan rumah tangga yang kerap dia lihat saat orangtuanya bertengkar, membuatnya bosan di rumah. Ujungnya, pergaulanlah yang akhirnya membawa warga Kecamatan Karawang Barat itu ke dunia prostitusi. Dunia yang tidak pernah dia impikan sama sekali. Menyesal, tidak. Karena menurut perempuan yang akrab disapa Putri ini, hanya kesenangan dan kebebasan yang dirasakannya saat inilah yang mampu membuatnya melupakan persoalan keluarganya. "Buat apa sih masa lalu selalu dikenang. Senang-senang aja sekarang mah, mumpung masih muda," ungkapnya kepada Radar Karawang.
Diceritakan pemilik rambut hitam panjang ini, keluarganya berantakan saat dia duduk di bangku kelas tiga SMA. Sejak saat itu, dirinya sangat membenci kedua orangtuanya. Kebencian itu ditunjukannya dengan tidak masuk sekolah. Tidak hanya itu, perempuan kelahiran 22 Desember tahun 1994, itupun memilih pergi dari rumah setelah lulus sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Putri pun kerja di sebuah mal di Karawang. Setahun berlalu, dia keluar kerja dan memilih mencari kesenangan di dunia gemerlap. Lebih nekat. Dia masuk ke dunia prostitusi. Namun, tidak seperti perempuan malam lainnya. Dia hanya menginformasikan kesediaannya 'menemani tidur' pria hidung belang kepada teman yang sudah dipercayainya. "Lumayan lah, yang penting mah bisa seneng-seneng. Iya engga," ucapnya.
Alasanya memilih hidup seperti itupun bukan keinginnnya. Namun nasi sudah menjadi bubur. Kini dia hanya bisa menikmati hidup dengan bersenang-senang saja. Siapa saja yang bisa membuatnya semalam bahagia, dan diberikan imbalan Rp 300 sampai Rp 400 ribu, itu sudah cukup baginya. "Nu penting mah bisa seneng heeh, karokean lah. Jalan-jalan, mau nginep juga hayuh (Yang penting bisa senang. Nyanyi-nyanyi. Jalan-jalan. Mau nginap juga ayo)," tuturnya sambil tertawa.
Ia melanjutkan, ada syarat yang harus dipenuhi lelaki yang ingin memadu kasih dengannya. Yaitu harus di luar Karawang. Entah apa maksudnya. Yang jelas, dia hanya ingin menikmati suasana liburan. "Nanti mah kalau mau hiburan sekalian nginep di luar saja, jangan di Karawang," ucapnya. (yna)

Berbagi Artikel :

2 komentar:

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template