Revitalisasi Terminal Klari Cuma Membual - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Revitalisasi Terminal Klari Cuma Membual

Revitalisasi Terminal Klari Cuma Membual

Written By Mang Raka on Rabu, 05 Juli 2017 | 16.00.00

*2015 Lalu Pemda Jumawa Bangun Terminal di Lamaran

KLARI, RAKA - Kabar akan dilakukan revitalisasi Terminal Klari nampaknya masih jauh dari harapan. Sampai saat ini masih belum ada alokasi anggaran untuk itu. Kendati demikian untuk Detail Engineering Design (DED) nya saat ini tetap digarap.

"Sudah bosan berbicara soal revitalisasi Terminal Klari. Hanya ngomong doang," kata Kepala UPTD Terminal Klari, Yudi Teja Kusumah, kepada Radar Karawang, Selasa (4/7).
Dikatakannya, saat ini kondisi terminal sudah sangat memprihatinkan. Ada atap bangunan yang rusak dan kondisi-kondisi bangunan juga sudah tua dan perlu perbaikan hampir disemua bagian bangunan.
Karenanya, tutur Yudi, terminal itu memang sudah saatnya dilakukan revitalisasi. Dengan kondisi terminal seperti sekarang untuk menyebut tipe terminalnya saja sulit karena tidak jelas tipenya. "Kalau mengacu aturan, terminal klari tipenya tidak jelas. Makanya kalau kami bekerja yang penting pelayanan bisa berjalan dengan baik," ujarnya.
Meski demikian, dia menyampaikan, saat ini sedang dibuatkan DED nya, setelah itu pihaknya akan memasukan rencana pembangunan itu ke Dinas Perhubungan (Dishub) agar menjadi program kerja  Dishub. "Kalau kami sebagai pelaksana teknis bagaimana pimpinan. Tapi DED sedang dibuatkan. Kami harap akan ditindaklanjuti sampai realisasi," ujarnya.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Rochman, menyampaikan di tahun 2017 memang revitalisasi terminal klari belum masuk APBD. Tetapi, dia sudah merencanakan untuk tahun 2018 akan dimasukan. "Insya allah kami dorong ditahun 2018. Bukan hanya revitalisasi Terminal Klari. Tapi kami juga ingin punya Terminal Angkutan Barang," ucapnya.
Sebelumnya juga Sekdis Perhubungan Dishub ketika itu Nunu Nugraha juga mengaku akan melakukan banyak perbaikan di berbadai sektor dan salah satunya perehanan terminal klari. Bahkan dinas ini mengaku sudah melakukan studi banding ke sejumlah daerah. "Terminal Klari memang sudah tidak refresentatif kareana itu akan dilakukan perombakan terminal. Bahkan perombakan itu akan dibuat bertingkat sehingga aktivitas kendaraan di terminal benar-benar lancar," ucap mengingatkan rencana bangunan tingkat dua untuk terminal Klari.
Sementara pengamat masalah Perhubungan, Ely Suhaeli, menyampaikan, konsep perhubungan di Kabupaten Karawang sangat jauh dari kondisi normal. Dia mencontohkan, terminal Klari yang seharusnya terminal tipe C, dan bisa mengendalikan angkutan perkotaan, ternyata ada Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Kemudian di Terminal Cikampek yang masuk terminal tipe A, jauh lebih sepi dari terminal Klari.
Secara kasat mata saja, menurutnya ada permasalahan besar berkaitan dengan terminal. Belum lagi berkaitan dengan hal-hal lain. Seperti perparkiran kemacetan dan lain sebagainya. "Dari dulu ada rencana pembangunan terminal-terminal, mulai dari tipe C, B dan A tetapi sampai sekarang tidak ada realisasinya," pungkasnya.
Sebelumnya Ely juga mengatakan revitalisasi Terminal Klari memang sudah mendesak dilakukan. Terminal itu sudah tidak refresentatif. Sementara pembangunan di Karawang berlangsung sangat cepat. Investor terus berdatangan ditambah mobilitas masyarakat Karawang juga semakin tinggi dan mestinya didukung pula sarana dan prasarana memadai.
Sementara berdasarkan pantauan Radar Karawang, kondisi terminal-terminal di Kabupaten Karawang ini semuanya memprihatinkan. Baik terminal Rengasdengklok, Tanjungpura, Cikampek sampai Klari. Tidak adanya perawatan dan minimnya pelayanan serta fungsi terminal yang sudah tidak jelas seringkali menjadi keluhan masyarakat. Apalagi menjelang mudik lebaran. Disamping sarana dan prasarana pendukung juga amat minim.
Belum maksimalnya terminal tersebut akhirnya berimbas kepada angkot yang hingga kini masih liar berada diluar terminal, mengetem di jalan. Padahal sudah jelas, fungsi terminal lokasi untuk naik dan menurunkan penumpang. Seperti terjadi di terminal Klari, di dalam terminal ini hanya ada angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) dan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) saja. Untuk angkot, seluruhnya liar berada di luar terminal. Alhasil, menimbulkan kemacetan di luar terminal.
Tak hanya itu, sarana dan prasarana diterminal ini sangat minim. Tak ada ruang tunggu, atau bangku tunggu yang memadai untuk penumpang. Tak heran, banyak penumpang yang lebih memilih naik angkutan di pinggir jalan. "Terminalnya jelek, kumuh dan tidak ada tempat duduk yang nyaman," kata Asep (32) pengguna jasa angkot yang mengaku lebih nyaman naik angkot di luar terminal. Asep meminta kepada pemerintah daerah agar lebih memperhatikan kelayakan terminal. Hal ini perlu, karena selama ini kenyamanan penumpang diabaikan seiring dengan minimnya sarana dan prasarana yang ada.
Sebelumnya, rencana pembangunan terminal tipe B juga digelindingkan. Bahkan terminal itu sempat digembar-gemborkan bakal dibangun 2015 lalu namun hingga saat ini jangankan wujudnya tanah bakal terminalnya saja belum jelas. Pemerintah daerah sendiri sempat optimis terminal itu akan dibangun di daerah Lamaran dengan luas tanah sekitar 6 hektare ini, ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. (zie/*)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template