Razia Tawuran Dapat Obat Teler - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Razia Tawuran Dapat Obat Teler

Razia Tawuran Dapat Obat Teler

Written By Mang Raka on Rabu, 19 Juli 2017 | 12.00.00

-Tiga Siswa SMK Kena Sweeping Satpol PP

KARAWANG, RAKA - Teler sepertinya sudah mewabah di kalangan pelajar Karawang. Tidak hanya obat-obatan terlarang yang dikonsumsi, obat penenang pun diminum tanpa dosis dari dokter. Mereka membelinya di apotek dan diedarkan di antara sesama pelajar.
Tren ini terkuak setelah tiga pelajar salah satu SMK swasta di Karawang, tertangkap anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menyisir pelaku tawuran pelajar di sekitar Stadion Singaperbangsa, Selasa (18/7) siang.
Siang kemarin, NVH (17), YNS (17) dan RFI (17), bisa dibilang apes. Mereka yang sedang nongkrong bersama teman-teman sekolahnya di sekitar stadion, terkena razia anggota Satpol PP Karawang. Sebenarnya, anggota korps baju cokelat itu tak bermaksud mencari obat-obatan terlarang. Aparat Satpol PP datang ke lokasi tersebut, karena sebelumnya mendapatkan informasi ada aksi tawuran di sekitar jalan baru. Namun di lokasi yang disebut-sebut akan terjadi tawuran itu, tak ditemukan anak-anak sekolah.
Tidak mau pulang dengan tangan hampa, petugas lantas menyambangi Stadion Singaperbangsa. Di sana, petugas menemukan pelajar yang tengah bergerombol. Mengetahui ada petugas, sebagian besar dari mereka berhamburan melarikan diri. Sialnya, tiga di antaranya ketinggalan. Mereka kedapatan santai sambil ngopi.
Tiga pelajar yang belakangan diketahui berasal dari satu sekolah yang sama ini akhirnya digeledah oleh petugas. Dari tas mereka, petugas menemukan obat penenang jenis obat Tramadol HCI sebanyak 100 butir. Di hadapan petugas, ketiganya mengatakan barang tersebut bukan miliknya, melainkan titipan teman-temannya yang kabur. Meski demikian, mereka mengaku sempat mencicipi obat penenang tersebut.
Kepada Radar Karawang, NVH yang kini duduk di bangku kelas XII TM SMK Bina Karya 1 tersebut mengaku, dirinya tidak tahu apa-apa terkait obat-obatan yang dipegangnya. "Itu obat teman, saya cuma ketitipan saja. Di stadion ngopi. Obat dikasih di warung sama Jenal (rekannya yang kabur)," terang warga Kampung Gempol Ajun, Kelurahan Tanjungpura, Karawang Barat, Selasa (18/7).
Begitupun dengan YNS. Warga RT 03/10 Kelurahan Telukmungkal, Karawang Barat, itu juga mengaku dirinya tidak mengetahui apa-apa terkait obat-obatan yang dipegang NVH. "Saya cuma ikut nongkrong sama teman-teman, diajak ngopi," terangnya.
RFI, warga Kelurahan Tanjungpura, juga mengaku dirinya sama sekali tidak mengetahui obat-obatan yang ada di tangan temannya itu. Dirinya serta YNS hanya diajak untuk ngopi di Stadion Singaperbangsa. "Karena di sekolah lagi bebas, lagi pemilihan kelas baru, diajak akhirnya ikut," terangnya.
Meski begitu, ketika didesak oleh petugas Satpol PP, akhirnya ketiga pelajar tersebut mengakui mereka ikut menikmati obat penenang, yang bisa diperoleh dari apotek-apotek tersebut. Mereka juga mengaku, mengkonsumsi obat tersebut akibat pengaruh lingkungan pergaulan di sekolahnya. "Iya saya pakai juga. Pertama pakainya setelah masuk SMK, sejak kelas 1," terang RFI dan YNS.
NVH juga mengaku dirinya mengkonsumsi obat-obatan tersebut setelah masuk SMK Bina Karya I. "Saya kalau pakai jarang. Selain obat itu, dulu excimer pernah pakai," terangnya.
Kasi Kerjasama Satpol PP Kabupaten Karawang Yogi Taufiqil Ihsan mengatakan, pihaknya akan melaporkan pelajar tersebut kepada sekolah asalnya, serta pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. "Kita laporkan ke Polres Karawang dan BNNK Karawang untuk dilakukan tes," terangnya. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template