Petani Penggarap Bisa Miliki Kartu Tani - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Penggarap Bisa Miliki Kartu Tani

Petani Penggarap Bisa Miliki Kartu Tani

Written By Mang Raka on Rabu, 19 Juli 2017 | 12.00.00

*Tidak Punya Kartu Tani Tak Bisa Beli Pupuk Subsidi

CIAMPEL, RAKA - Penyuluh Pertanian merasa kesulitan untuk menjalankan program kartu tani. Hal itu dilihat dari masih banyaknya petani yang belum memiliki kartu tani meski sudah cukup lama disosialisasikan.

"Kita targetkan 600 petani dari Ciampel. Tapi sampai sekarang baru 50 persen," ujar Arda PPL Ciampel saat rapat minggon, Selasa (18/7), di aula Kecamatan Ciampel. Dia menyampaikan, padahal diluncurkannya kartu tani agar peredaran pupuk subsidi bisa dipantau dengan baik. Sehingga tepat sasaran dan tepat penggunaan. Setiap petani yang memiliki kartu tani bisa membeli pupuk subsidi untuk 2 hektare sawah.
Ditambahkannya, jika ada petani sampai pada waktunya tidak memiliki kartu tani, maka yang bersangkutan tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi. Sementara perbandingan harga pupuk subsidi dengan non subsidi sangat jauh. "Kalau tidak punya kartu tani tidak bisa beli pupuk subsidi tetapi pupuk non subsidi seperti yang digunakan industri perkebunan," ujarnya.
Saat ini masih ada kendala di lapangan terkait lambannya respon petani terhadap kartu tani. Menurutnya, karena mayoritas petani di Ciampel bukan petani pemilik lahan melainkan petani penggarap atau buruh tani. Sehingga mereka cenderung tidak peduli dengan program-program yang diluncurkan. "Kartu tani ini bukan hanya untuk petani pemilik lahan tetapi juga petani penggarap yang memang rutin tiap tahun selalu menanam padi," katanya.
Dia meminta kepada para kepala desa untuk bisa membantu menyukseskan program tersebut. Karena dia merasa hawatir jika petani tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi, maka kemungkinan tidak akan mendapatkan untung yang cukup. "Kasihan kalau tidak punya kartu tani keuntungannya akan berkurang," ujarnya.
Kepala Desa Tegal Lega Sanam, menyampaikan hampir seluruh petani di Tegal Lega adalah petani penggarap. Karena mereka tidak memiliki sawah pribadi. Yang mereka garap adalah tanah pengairan dan tanah perusahaan. "Memang ini yang menjadi penyebab kenapa para petani di Tegal Lega tidak respon dengan program kartu tani," katanya.
Pasalnya, dalam menggarap sawah, mereka juga tidak sepenuh hati, tetap saja merasa hawatir jika terjadi hal-hal dadakan yang menimpa tanaman padi yang digarapnya. "Tapi nanti kami akan upayakan sosialisasikan lagi. Agar mereka bisa mengikuti program kartu tani," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template