Pernikahan Dini Rentan Perceraian - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Pernikahan Dini Rentan Perceraian

Pernikahan Dini Rentan Perceraian

Written By Mang Raka on Selasa, 25 Juli 2017 | 17.02.00

KARAWANG, RAKA - Pernikahan dini penuh beresiko. Selain rentan sakit, juga rawan perceraian. Kondisi itu dipicu oleh masalah ekonomi rumah tangga. Karena banyak pasangan muda yang terpaksa menikah, belum mempersiapkan urusan dapur.
Begitu juga dengan kesehatan. Rata-rata perempuan yang menikah di bawah umur 20 tahun, sangat beresiko terkena kanker leher rahim. Karena pada usia itu, sel-sel leher rahim dalam keadaan belum matang. "Pasangan usia muda dapat berpengaruh pada tingginya angka kematian ibu yang melahirkan, kematian bayi serta berpengaruh pada rendahnya derajat kesehatan ibu dan anak," ungkap mahasiswa STIKES Kharisma Jurusan Keperawatan Semester 6, Dery Retno Syndia kepada Radar Karawang.
Ia melanjutkan, depresi juga kerap menyelimuti kehidupan pasangan muda. Contohnya, jika sebelumnya pasangan tersebut bisa bermain bersama teman-temannya, sejak menikah justru terkekang. Inilah yang akhirnya membuat mereka jadi labil dan biasanya berujung konflik. "Bisa dibayangkan di usia yang masih dini, mereka harus bekerja dan belajar tanggung jawab terhadap masa depan keluarga. Ini yang menyebabkan gejolak dalam rumah tangga sehingga terjadi perceraian, dan pisah rumah," tuturnya.

Sedangkan menurut mahasiswi psikologi Universitas Buana Perjuangan, Nirah, menikah bukan persoalan keinginan tapi harus ada kesiapan dari berbagai aspek. Seperti ilmu pengetahuan, mental dan juga fisik. Sedangkan dampak psikologinya akan menerima banyak tekanan di luar batas kewajaran bagi pasangan muda. "Sehingga mudah emosi dan akhirnya timbul konflik," tuturnya.
Menurutnya, agar anak-anak sekolah atau yang belum matang bisa terhindar dari pergaulan bebas, harus ada proteksi dari orangtua. Jangan sampai, persoalan ini terjadi turun temurun. "
Akibatnya, permasalahan sosial bertambah. Perceraian dini, perselingkuhan, tenaga Kerja Wanita semakin marak. Bahkan, bisa jadi mencuri dan sebagainya," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala seksi Kesejahteraan dan sosial Kecamatan Tegalwaru H Asep G Somantri S.Pd mengungkapkan, kasus hamil di luar nikah sangat parah. Kasus itu dianggap hal biasa. Padahal dahulu, seseorang yang terlanjur hamil di luar nikah dinyatakan sebagai tindakan yang sangat memalukan keluarga, dan bahkan masyarakat. "Pergaulan bebas yang diikuti dengan hubungan seks bebas oleh banyak remaja di masyarakat kita selama ini, selalu saja membawa risiko yang besar bagi diri remaja, maupun bagi masa depan bangsa ini," ujarnya.
Ia melanjutkan, perzinahan yang dilakukan para remaja itu, bisa dipicu oleh konten porno atau hidup di keluarga broken home. "Sering berselancar di dunia maya melalui konten porno salah satu penyebabnya," ungkapnya. (yfn/ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template