Pengembang Nakal Hambat Pembangunan Jalan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pengembang Nakal Hambat Pembangunan Jalan

Pengembang Nakal Hambat Pembangunan Jalan

Written By Mang Raka on Kamis, 06 Juli 2017 | 14.00.00

KLARI, RAKA - Pembangunan infrastruktur jalan di Karawang masih terkendala pengembang nakal yang belum menyerahkan fasilitas umum (fasum) dan fasilitan sosial (fasos) ke pemda. Sehingga banyak jalan di lingkungan perumahan rusak tetapi tidak tersentuh perbaikan.

"Belum diserahkannya fasilitas sosial dan fasilitas umum (Fasos/fasum) perumahan menjadi kendala besar bagi pembangunan di Karawang. Pasalnya pemerintah kesulitan untuk mengalokasikan anggaran perbaikan jalan di perum yang masih belum menyerahkan fasos-fasum tersebut," tandas Kepala Desa Karanganyar, Henry Irawan, kepada Radar Karawang, Rabu (5/7).
Seperti di perumahan Karawang Baru, Desa Karanganyar, Kecamatan Klari. Perumahan yang sudah sekitar 25 tahun berdiri itu sampai saat ini belum menyerahkan fasos-fasum ke pemda, akibatnya ruas jalan di perum tersebut tidak tersentuh pembangunan. Terlebih tanah yang dibangun perumahan tersebut berada dalam sengketa. Pemerintah Pusat melalui Kejaksaan Agung pada november 2015 lalu juga menyita tanah yang luasnya mencapai 1065 hektare. "Warga Perum Karawang Baru minta jalan dilingkungan perum diperbaiki," kata Henry.
Menurutnya ada permasalahan yang menjadi kendala bagi pemerintah untuk mengalokasikan angaran perbaikan jalan. Selain fasos-fasumnya belum diserahkan, kawasan perumahan merupakan bagian lahan yang dalam kondisi sengketa. "Tapi bagi warga perum yang punya sertifikat. Tentu dilindungi pemerintah. Tapi yang tidak punya itu berarti sengketa," katanya.
Untuk jumlah penduduk di Perum Karawang Baru sendiri, ada sekitar 150 Kepala-Keluarga (KK), ada yang memiliki sertifikat, ada yang ngontak, ada yang menempati begitu saja dengan tanpa adanya proses peralihan kepemilikan secara sah. "Memang ini membuat kami bingung," ucapnya.
Sementara anggota DPRD Karawang dari Fraksi Golkar, Saepudin Permana, sebagai wakil rakyat, pada prinsipnya akan selalu memperjuangkan aspirasi dari masyarakat. Tetapi jika berkaitan dengan pembangunan, segala sesuatunya harus sesuai. "Sebenarnya bisa saja, perum yang belum menyerahkan-fasum ke pemda mengajukan permohonan pembangunan jalan. Tapi kalau yang tanahnya sengketa, resikonya tinggi," ujarnya.
Oleh karenanya, tambah dewan yang sedang dalam masa reses itu menambahkan, khusus untuk perum karawang baru, harus menunggu kejelasan status tanah terlebih dahulu. Agar saat ada pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah (negara) tidak menjadi permasalahan dkemudian hari. "Jadi harus selesai dulu persoalan sengketanya. Terus lebih bagus lagi fasos-fasumnya segera serahkan ke pemda," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template