Penambahan Rombel SMAN 2 Ditolak - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Penambahan Rombel SMAN 2 Ditolak

Penambahan Rombel SMAN 2 Ditolak

Written By Mang Raka on Rabu, 26 Juli 2017 | 17.19.00

-Warga Dawuan Gigit Jari
 
CIKAMPEK, RAKA - Upaya warga Dawuan agar anak-anaknya yang tidak lulus Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online SMAN 2 dan SMAN 3 Cikampek, bisa tetap diterima di sekolah tersebut ternyata kandas. Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tetap menolak keinginan warga yang bersikeras agar ada penambahan rombongan belajar (rombel).
Kepala SMAN 2 Cikampek HJ Idda Saadah mengungkapkan, hasil kunjungan para orangtua siswa, Muspika Kecamatan Cikampek, dan dirinya ke Bandung tidak menghasilkan apa-apa. Menurutnya, semua tetap berdasarkan pada aturan yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. "Ya hasilnya tetap aja tidak bisa. Dan semua sekolah yang ada di Jawa Barat juga murni tidak ada yang minta ditambah. Saya juga kesana hanya mendampingi saja keinginan dari orangtua siswa," katanya kepada Radar Karawang di ruang kerjanya, Selasa (25/7) siang kemarin.
Dia juga menjelaskan, munculnya permasalahan tersebut, berawal dari kebiasaan sekolah yang dulu menerima siswa titipan dari masyarakat maupun oknum yang bermain saat PPDB. Sedangkan kondisi serta pengelolaan PPDB tahun ini, berbeda dengan tahun sebelumnya. Semua peraturan dan pendaftaran dikelola langsung oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Maka wajar saja jika polemik tersebut, bagi dia selalu muncul setiap tahun. "Kebiasaan seperti ini yang mesti dirubah. Karena sekarang mah sudah tidak bisa apa-apa, semua sudah dikelola oleh provinsi langsung," tuturnya.
Masih disampaikan Plt Kepala SMAN 3 Cikampek ini, selain jumlah kuota yang dibatasi dan jumlah rombel pendaftaran siswa baru yang terbatas, sejumlah masyarakat maupun aparat pemerintahan ada yang belum mengetahui peraturan PPDB online. Sehingga kebiasaan yang sering dilakukan setiap tahun tersebut, disangka masih bisa dilakukan. Padahal menurutnya, pemerintah maupun masyarakat serta sekolah sendiri mesti mengetahui peraturan secara utuh, agar tidak terjadi permasalahan yang terjadi setiap tahun. "PPDB kemarin saja calon siswa baru yang tidak masuk ke sekolah itu hampir 600 siswa yang tidak masuk. Sedangkan penerimaan SMAN 2 Cikampek itu hanya 360 siswa, dan SMAN 3 Cikampek 180 siswa," terangnya.
Meski mendapat ancaman dari orangtua siswa yang akan merusak sekolah, serta beranggapan bahwa kepala sekolah arogan, dirinya tidak menutup diri untuk mengantar dan mendampingi orangtua siswa ke Bandung. Meskipun hasilnya tetap sama. Namun bagi dia, dengan seperti itu dirinya sudah berupaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa segala peraturan sudah tidak bisa dirubah. "Waktu saya ke kapolsek Cikampek, itu pulang dari Bandung dan hasilnya tetap sama saja. Desakan dari orangtua tetap ada, makanya saya minta perlindungan dari kepolisian," tuturnya.
Namun setelah diberi pemahaman oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, dan dengan berjalannya waktu, para orangtua siswa yang juga warga Desa Dawuan Tengah, Dawuan Barat, dan Dawuan Timur, itu akhirnya bisa memahami. "Alhamdulillah sekarang sudah mau mengerti hasilnya. Orangtua siswa ada yang lebih memilih memasukan anaknya ke sekolah swasta. Karena memang sudah tidak bisa diberikan tambahan," akunya.
Komite SMAN 2 Cikampek Jawali juga menuturkan, dari setiap permasalahan dan polemik yang kerap terjadi setiap tahunnya, kata dia, masih banyak masyarakat yang belum mengerti aturan PPDB online. Bahkan ada orangtua siswa yang lebih memilih diam, karena tidak mau pusing mengurus anaknya masuk sekolah. "Kita sudah catat semua inti permasalahan yang sering terjadi, dan itu akan kita sampaikan pada rapat di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," harapnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template