Pekerjakan Warga Lokal di Kawasan Industri - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pekerjakan Warga Lokal di Kawasan Industri

Pekerjakan Warga Lokal di Kawasan Industri

Written By Mang Raka on Rabu, 12 Juli 2017 | 15.00.00

TELUKJAMBE TIMUR, RAKA - Warga perbatasan kawasan industri mengharapkan di kawasan industri Telukjambe bisa menyerap tenaga kerja warga sekitaran kawasan. Keberadaan perusahaan atau kawasan bagi masyarakat di Desa Puseurjaya selama itu masih belum terasa besar dampak positifnya.

Selain masih tetap sulit untuk masuk kerja di perusahaan yang ada, Dana CSR (Coorporate Social responsive) untuk masyarakat secara benar dari perusahaan belum dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran karena sejumlah pengangguran masih banyak terlebih dampak lain dari keberadaan perusahaan pun membuat warga resah. Harapan warga dengan kehadiran kawasan indutri dekat dengan wilayah desa warga mampu mengatasi persoalan pengangguran dan juga hadir bentuk keperdulian perusahaan kepada lingkungan.
Ketua Forum Desa Puseurjaya Wardi mengatakan kepada Radar Karawang Selasa (11/7) sampai saat ini masyarakat belum menikmati keberadaan perusahaan yang ada dikawasan di wilayah Desa Puseur jaya itu meski ada CSR,itu sifatnya hanya temporer seperti dan bantuan yang bersifat sementara dan tidak berkelanjutan. Hal itu menurutnya kurang mengena karena persoalan besar yaitu banyak pengangguran malah menjadi persoalan baru.
"Memang tidak dipungkiri beberapa bantuan telah dilaksanakan oleh beberapa perusahaan yang ada, Seperti Pengobatan gratis dan yang lain. Bukan kami menampik namun yang sangat diharapkan mesti berupa solusi berkelanjutan, dan kini banyak nya persoalan pengangguran yang harus bisa diselesaikan. Harapan kami perusahaan bisa mengakomodir masyarakat yang belum bekerja. Ditambah lagi persoalan lain seperti dampak dari perusahaan dari bising hingga pencemaran udara mesti kita rasakan. Dan masyarakat hanya menjadi dampak nya saja, saya berharap perusahaan-perusahaan itu bisa memberi solusi agar itu semua bisa terpecahkan," jelasnya.
Dikatakan warga juga kini mesti bersaing dengan pencari kerja yang mempunyai uang karena saat ini lapangan kerja terbuka luas bagi warga yang mampu memberi sogokan untuk masuk kerja di perusahaan-perusahaan. Dirinya berharap pemerintah bisa menjadi jembatan agar warga sekitaran kawasan bisa bekerja dan menjadi prioritas utama untuk dapat bekerja. "Bayangkan untuk masuk kerja saja harus bayar sekitar Rp 8  itu dimanfaatkan pihak lain yang mengatasnamakan masyarakat," katanya.
Tetapi masyarakat Puseurjaya sendiri ketinggalan, lanjut Wardi, karena kebanyakan tidak memiliki uang awal untuk masuk kerja. Belum lagi terkait dampak lingkungan, salah satunya perihal kesehatan sudah banyak masyarakat yang terkena dampak dari bising dan pencemaran bau pabrik. Salah satu nya perusahaan produsen rokok dan bumbu masak, kini malah menimbulkan bau aroma yang tidak sedap dan setiap hari warga mesti merasakannya.
Terkait hal itu, terang Wardi, masyarakat akan melakukan pengaduan kepada pihak Komisi pengaduan publik agar bisa memberi teguran keras perihal pencemaran udara itu.
Untuk itu masyarakat Desa Puseurjaya menggelar dengar pendapat dengan beberapa perusahaan dimana dalam acara tersebut selain mengundang pihak perusahaan, juga menghadirkan Narasumber baik dari Walhi, KIP (Komisi Informasi Publik) dan unsur pemerintah lainnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template