NU Diminta Dorong Kader Nyalon Bupati - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » NU Diminta Dorong Kader Nyalon Bupati

NU Diminta Dorong Kader Nyalon Bupati

Written By Mang Raka on Senin, 10 Juli 2017 | 12.30.00

PURWAKARTA,RAKA - Sebagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Purwakarta, harus ikut andil dalam momentum persiapan Pilkada Purwakarta 2018 mendatang.
Pergerakan NU Purwakarta sendiri dari tahun ke tahun semakin meningkat. Ini terbukti dari jumlah struktur NU dan organisasi sayapnya di Purwakarta yang hampir selesai. "Kader organik NU Purwakarta sudah waktunya berijtihad untuk ikut andil di Pilkada 2018, dan harus tersirat dari kesadaran individunya masing-masing," kata KH Ahmad Anwar Nasihin, S.Hi, salah satu tokoh muda NU Purwakarta, saat menjadi narasumber dalam sebuah kegiatan di Ponpes Raudlatut Tarbiyyah, Desa Liunggunung, Kecamatan Plered.
Saat ini, kata Anwar, NU di Purwakarta memiliki banyak kader yang sudah menyebar di berbagai unsur, baik di pemerintahan maupun di masyarakat. Bahkan tidak menutup mata hampir pos-pos penting di Purwakarta sudah dipegang oleh orang orang NU. Jelas, lanjut dia, ini adalah modal besar bagi NU untuk menjadi primadona dalam kontestasi hajat demokrasi lima tahunan tersebut. "Memang NU bukan parpol yang bisa mencalonkan kadernya untuk menjadi pengusung Bupati/Wakil Bupati Purwakarta. Tapi kekuatan NU akan memberikan kontribusi besar saat memberikan dukungan sepenuhnya kepada siapapun yang bergandengan dengan NU. Apalagi, kader dan simptisan NU dengan sekuat tenaga pasti akan memberikan dukungannya, karena orang NU akan semakin kompak dan bangga, apabila kadernya maju dikontestasi pilkada nanti," jelasnya.
Anwar yang saat ini menjabat sebagai Ketua Rijalul Ansor GP Ansor Jawa Barat sekaligus Pimpinan Ponpes Raudlatut Tarbiyyah Plered ini menegaskan, dari hasil beberapa kali musyawarah para kiai muda dan para kiai sepuh, NU Purwakarta berpendapat bahwa untuk Pilkada 2018 nanti berseepakat untuk mengusung kader NU asli. "Sampai hari ini, ada beberapa nama yang sering didiskusikan oleh para kiai sepuh NU, seperti H. Diding Saepudin Zuhri, SH, dia kader NU yang sudah lama aktif, diawali di GP Ansor Purwakarta sampai sekarang menjadi Anggota DPRD Provinsi Jabar. Terus Kang Deni Ahmad Haidar, kader muda NU yang sudah banyak mewarnai gerakan NU yang moderat dan terpimpin sekarang menjabat sebagai Ketua GP Ansor Jawa Barat sekaligus ketua KPU Purwakarta dua periode. Kemudian ada nama KH John Dien yang merupakan mantan Ketua PC GP Ansor Purwakarta tahun 1994, mantan Ketua PC NU Purwakarta tahun 2005 dan sekarang menjabat Ketua Umum MUI Purwakarta. Ada lagi mantu Abah Cipulus H. Hadi M Sa'id, M.SI, yang merupakan Wakil Ketua Pengurus Pusat GP Ansor. Ia pun banyak jejaring di Jakarta," ungkapnya.
Namun di luar itu, sambung dia, menjelang tahapan Pilkada 2018, ada asumsi keterbukaan untuk berlomba dalam pesta demokrasi pilkada. Sehingga banyak tokoh dinilai terjebak dengan situasi saat ini. Karena terdapat anggapan bahwa Pilkada 2018 incumbent tidak akan maju lagi karena sudah dua periode menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Sehingga muncul anggapan tidak ada lawan yang unggul. Semuanya hampir sama kapasitasnya, bahkan tidak sedikit yang mengharapkan restu sebagai penerus kepemimpinan Dedi Mulyadi. Alhasil, sejumlah partai yang membuka pendaftaran bakal calon Bupati/Wakil Bupati Purwakarta 2018-2023 langsung diserbu para pendaftar.
"Tapi menurut saya justru sebaliknya. Pilkada 2018 tidak akan terjadi perlombaan yang berlebihan. Malah akan terjadi perampingan calon dan penggemukan koalisi parpol. Silahkan saja sekarang berlomba lomba mencari kepercayaan dari masyarakat, kan tidak gampang meyakinkan hati masyarakat itu. Di Pilkada Purwakarta ukurannya mungkin tidak cukup mengandalkan banyak uang dan sebagai ketua parpol, minimal dia pernah berjasa dan pernah eksis berkontribusi positif dalam proses membangun peradaban di Purwakarta, baik melalui personal, organisasi maupun parpol. Terlebih dia punya elektabilitas yang tinggi," pungkasnya. (gan)

Kader NU yang berpotensi nyalon bupati/wakil bupati
- H. Diding Saepudin Zuhri, SH, mantan pengurus GP Ansor Purwakarta, anggota DPRD Provinsi Jabar.
- Deni Ahmad Haidar, Ketua GP Ansor Jawa Barat, Ketua KPU Purwakarta dua periode.
- KH John Dien, mantan Ketua PC GP Ansor Purwakarta tahun 1994, mantan Ketua PC NU Purwakarta tahun 2005, Ketua Umum MUI Purwakarta.
- H. Hadi M Sa'id, mantu Abah Cipulus, Wakil Ketua Pengurus Pusat GP Ansor

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template