Mutasi Digantung Bisa Hambat Pelayanan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mutasi Digantung Bisa Hambat Pelayanan

Mutasi Digantung Bisa Hambat Pelayanan

Written By Mang Raka on Kamis, 27 Juli 2017 | 12.30.00

*Serapan Anggaran Juga Terganggu

CILAMAYA KULON, RAKA - Menjelang memasuki triwulan ke 3 Pemkab Karawang masih menggantung seratusan kekosongan jabatan diberbagai OPD dan Kecamatan. Isu Mutasi setiap terus meleset setiap minggunya. Dampaknya selain menghambat pelayanan juga mengancam serapan anggaran yang digulirkan Pemkab tidak berjalan optimal.

Seorang PNS yang meminta dirahasiakan namanya mengatakan setiap minggu para ASN menantikan hari Jumat, takut-takut jika dihari itu ada undangan mutasi - rotasi dadakan. Sayangnya, sudah memasuki triwulan 3, Pemkab masih membiarkan ratusan jabatan kosong melompong tanpa pejabatnya, jikapun pelayanan di handel staf, tanpa tunjangan yang digulirkan juga sia-sia karena tanggungjawabnya kurang. Sehingga, dibutuhkan cepat pelaksanaan mutasi - rotasinya.
Semua itu, sebut sumber memang wewenang bupati menentukan jadwal, namun ia pertanyakan apa yang ditunggu sehingga sejak April sampai saat ini terus menunda-nunda mutasi - rotasi besar-besaran. Karena bisa saja memunculkan banyak spekulasi karena pelaksanaannya plin - plan, padahal ini sangat mempengaruhi pelayanan yang tidak optimal, termasuk serapan anggaran yang minim. Jangan salahkan jika masyarakat mengkritik pelayanan dan infrastruktur akhir-akhir ini, karena memang Pejabatnya terus-terusan dibiarkan kosong. "Masa iya tidak bisa milih penempatan pejabat dalam waktu sebulan. Ini kan mengganggu serapan anggaran dan pelayanan ujungnya," ujarnya.
Kades Sukajaya, Abdul Ghofur mengatakan serapan anggaran yang rendah dan pelayanan yang banyak menuai kritik itu akibat Pemkab lamban mengisi kekosongan jabatan selama triwulan terakhir. Bagi desa-desa dan masyarakatnya ini sangat dirasakan. Contoh konkritnya saja, kekosongan jabatan Camat dan beberapa Kasie di Kecamatan, acapkali bisa terjadi Miskomunikasi, seperti surat dari Inspektorat untuk tindaklanjut hasil temuan, ini sempat belum tersampaikan ke Desa-desa padahal sangat penting, itu karena adanya beberapa jabatan yang kosong. Walhasil, di Inspektorat semua Kades-kades menjelaskannya soal Miskomunikasi ini.
Belum lagi soal pelayananan, jika lama-lama tidak diisi, akan sangat menghambat, terlebih banyak pekerjaan kasie-kasie di handel staf yang tidak diberi tunjangan. Oleh sebab itulah, Heran saja jika Pemkab/Bupati masih berlama-lama mengulur waktu mutasi-rotasi pejabatnya, ini justru bisa banyak meghambat pelayanan, masa iya, dari beberapa pejabat lama mempertimbangkan kelayakannya mengisi jabatan tertentu yang kosong. "Terlalu lama dibiarkan kosong, pelayanan sangat tidak optimal, selalu saja ada miskomunikasi, ini yang dirasakan Pemerintahan desa-desa," Ujarnya.
Senada dikatakan Kades Tegalurung, Karsim, dampak kekosongan pejabat ditingkat OPD dan Kecamatan yang lama tidak ada pengisian, yang jelas dirasakan adalah soal serapannya, selain ke pelayanan yang kurang optimal, juga desanya tertinggal untuk pembangunan jalan utama Tegalurung - Pasirukem, ini apakah lama karena tidak teranggarkan, atau memang serapannya belum masuk karena kekosongan pejabatnya. "Yang jelas yang dirasakan itu ya jalan batang Tegalurung- Pasirukem hancur, kurang optimalisasinya," ungkapnya.
Kepala BKPSDM Karawang, Aang Rahmatullah mengatakan, urusan mutasi - rotasi diakuinya memang sudah memasuki triwulan III, tapi sejauh ini masih sedang proses, tapi semoga saja sebutnya, target Agustus ini sudah terisi, sementara tanggal belum bisa dipastikannya. "Masih dalam proses, mudah-mudahan target Agustus sudah terisi," tandasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template