Muncul SMP Terbuka Dadakan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Muncul SMP Terbuka Dadakan

Muncul SMP Terbuka Dadakan

Written By Mang Raka on Jumat, 07 Juli 2017 | 13.30.00

Jika PPDB di tingkat SMA/SMK masih berkutat di seputaran tekan menekan kepala sekolah, agar siswa yang tidak lulus bisa dipaksa masuk. Sementara tingkat SMP, polanya berbeda.
Pengelolaan SMP negeri yang masih menjadi kewenangan pemerintah daerah, ternyata membuat Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang leluasa mengatur kuota peserta didik. Caranya, beberapa SMP negeri yang jumlah peminatnya sangat banyak, dibuatkan SMP terbuka. Alhasil, calon siswa yang tidak tertampung karena ada pembatasan rombongan belajar dampak dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17 Tahun 2017 bisa teratasi. Meski begitu, kebijakan dadakan itu membuat para guru kebingungan.
Seorang guru SMP swasta di Telukjambe Timur yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, sekolah terbuka yang tiba-tiba ada membuatnya prihatin. "Kami SMP swasta sangat prihatin dengan dibukanya SMP terbuka 1 dan 2 Telukjambe Timur, yang menurut kami sangat mendadak. Sebelumnya tidak pernah mendapatkan informasi khususnya dari Disdikpora," tuturnya kepada Radar Karawang.
Selain keluhan sekolah terbuka, seorang warga Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, Icip S mengaku banyak biaya yang dikeluarkan saat mendaftarkan anaknya ke SMP. "Setahu saya tahun 2010 biaya buat masuk sekolah tidak sama sekali dipungut. Namun kenapa saat ini harus bayar sampai juta-juta, dan jika itu transparan kita masih menerima, uang itu tidak jelas pengalokasiannya. Saya sebagai masyarakat dibebankan dengan adanya," tuturnya saat mengikuti minggon di Kelurahan Karawang Wetan, Kamis (6/7).
Sementara itu, Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Karawang Nandang Mulyana menyampaikan, pihaknya sudah menghitung dan menyesuaikan jumlah calon siswa SMP. Ada 36.168 kuota, baik negeri maupun swasta. Tiap sekolah hanya menerima 352 siswa. Hal itu kata Nandang sudah cukup, jika saja para siswa tidak memaksakan kehendaknya agar tetap masuk ke sekolah negeri. Karena SMP negeri maupun swasta itu sama saja. "Semuanya gratis, gak boleh ada pungli. Untuk biaya daftar ulang itu tergantung pihak sekolah dan orangtua kesepakatan awalnya. Itu berlaku bagi siswa yang sudah masuk sekolah, bukan yang baru daftar," terangnya.
Dia melanjutkan, tidak ada sekolah unggulan. Semuanya sama dan tidak ada yang membedakan antara swasta maupun negeri. "Himbauan saya bagi masyarakat jangan memaksakan masuk ke negeri karena semuanya sama saja. Tidak ada yang namanya sekolah unggulan. Jika ada yang bermain, masyarakat agar melaporkan kepada kepolisian," terangnya.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPRD Kabupaten Karawang Toto Suripto belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi melalui sambungan telepon, maupun pesan singkat tidak dibalas. (apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template