Kelinci Jawa di Ciampel Terancam Punah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kelinci Jawa di Ciampel Terancam Punah

Kelinci Jawa di Ciampel Terancam Punah

Written By Mang Raka on Sabtu, 29 Juli 2017 | 15.00.00

CIAMPEL, RAKA - Pesatnya pembangunan kawasan industri di Kabupaten Karawang khususnya di daerah hutan Ciampel dinilai mengancam populasi satwa yang ada didalamnya, salah satunya kelinci jawa. Karenanya diharapkan tanpa menghambat iklim investasi idealnya pembangunan industri harus tetap menjaga konservasi alam.

Hal itu disampaikan Ketua Harian Forkadas C+ Hendro Wibowo, kepada Radar Karawang Jumat (28/7). Konservasi alam perlu dilakukan agar habibat yang ada didalamnya tetap terlindungi. "Kelinci jawa memang sudah mulai punah. Wilayah industri di daerah Ciampel ini berbatasan dengan hutan di Karawang dulu memang daerah habitatnya (kelinci jawa)," ujarnya.
Menurutnya, karena Ciampel merupakan daerah habitatnya, maka kelinci tentu mulai masuk ke dalam kawasan industri tersebut. Kemudian pihaknya mendengan ada warga yang menangkap kelinci jawa, oleh karenanya dia meminta agar warga menyerahan kelinci tersebut kepada dirinya. "Kami meminta untuk diserahkan kepada kami agar kami mengetahui jenis kelinci liar tersebut. Karena kami sedang mendata sejumlah hewan endemik yang masih ada dan cukup langka salah satunya adalah kelinci Jawa," terangnya.
Setelah itu, organisasi lingkungan ini segera melakukan komunikasi dengan LIPI untuk mengetahui pasti jenis kelinci liar yang ditemukan di wilayah industri di Karawang. "Kami rawat terlebih dahulu untuk menghilangkan stress pada kelinci. Sekitar beberapa hari dengan memberikan perawatan khusus. Kemudian kami langsung menyerahkan kelinci tersebut kepada LIPI dan Alhamdulillah merupakan kelinci Jawa yang sudah sangat langka," ujarnya.
Pihaknya berharap dengan ditemukannya salah satu mamalia endemik Jawa Barat yang sudah langka tersebut. Mampu memberikan sumbangsih bahwa pembangunan harus tetap menjaga konservasi alam demi khususnya habitat kelinci Jawa. Sementara menurut  Staf peneliti laboratorium Mamalia, Bidang Zoologi Puslit Biologi-LIPI, Yuli Fitriana, menyampaikan, populasi kelinci jawa atau yang memiliki nama latin lepus nigricollis kini telah memasuki daftar merah IUCN Red List of Threatened Species. Kelinci yang hidup di wilayah Jawa Barat sudah sangat sulit ditemukan keberadaannya.
"Kami memiliki koleksi terakhir kelinci Jawa itu sekitar tahun 1940 yang ditemukan dari wilayah Bogor. Tentu kami sangat senang ada sumbangan dari wilayah Karawang pada tahun 2017. Secara morfologi ini merupakan kelinci Jawa," ujar Yuli, saat menerima kelinci Jawa oleh Forum Komunikasi Daerah Aliran Sungai Citarum (ForkadasC+) kepada LIPI untuk tujuan ilmu pengetahuan dan konservasi hewan endemik.
Dikatakan, Kelinci Jawa memiliki bulu berwarna hitam pada tengkuk leher, bulu bergaris putih pada bagian dahi dan kuping, serta bagian kaki yang panjang seperti kancil. Menurutnya, LIPI akan sangat bangga akan memiliki dan dapat mempelajari Kelinci Jawa dalam keadaan hidup. "Memang belum ada penelitian mengenai populasi di Indonesia. Tetapi seperti Kelinci Sumatera, Kelinci Jawa ini sudah sangat sulit ditemukan," ujarnya.
Dia juga menyampaikan, Kelinci Jawa memiliki habitat di wilayah savana dan bebatuan. Dimana seperti wilayah daratan karst. Berbeda-beda dengan Kelinci Sumatera yang hidup di wilayah dataran tinggi. "Kami akan mencoba meneliti lebih dalam lagi mengenai Kelinci Jawa. Saat ini kondisinya masih lumayan stres, perlu penanganan," ucapnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template