Kampung Karapyak Tertinggal - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Kampung Karapyak Tertinggal

Kampung Karapyak Tertinggal

Written By Mang Raka on Kamis, 27 Juli 2017 | 12.00.00

- Sulit Air Bersih dan Minim MCK

PURWAKARTA,RAKA - Anggota komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta  Isep Syaprudin Yahya, mengunjungi warga Kampung Karapyak, Desa Cicadas, Kecamatan Babakancikao, Rabu (26/7). Kedatangan Isep untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat di kampung terpencil itu. Pasalnya, di kampung tersebut ramai diperbincangkan minim sarana prasarana umum.
"Melihat kondisi warga di Kampung itu saya sangat prihatin, meski bukan menempati lahan milik pribadi, namun tidak ada salahnya kita meringankan beban mereka, salah satunya yaitu kita akan perbaiki musala yang ada di wilayah itu," ujar politisi Nasdem Kabupaten Purwakarta ini.
Sementara Abet (47), salah satu warga setempat, mengaku senang ada anggota DPRD telah berkenan menyapa warga yang berlokasi didaerah terpencil ini. "Kami sangat bersyukur ada wakil rakyat terjun ke lokasi mendengar keluh kesah warga di sini," ujarnya.
Warga di Kampung Karapyak, selain kesulitan air bersih saat musim kemarau, akses jalan juga minim penerangan listrik. Jumlah warga yang berdomisili di kampung itu sekitar 20 Kartu Keluarga (KK) menempati lahan milik PT Sintra Loka. "Warga di sini mayoritas pendatang, salah satunya yaitu di Kabupaten Cianjur," kata bapak yang memiliki empat anak itu.
Diberitakan sebelumnya, sejak dua bulan terakhir, warga Kampung Karapyak, Desa Cicadas, Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, mengalami krisis air bersih. Kini warga di kampung itupun terpaksa harus mencuci pakaian dan alat masak di bekas kubangan sungai Ciampel yang mengering. Lokasi kampung tersebut berada di kawasan milik PT Sintra Loka atau sepuluh kilometer dari Jalan Raya Industri Maracang. Saat musim kemarau 75 warga Kampung Karapyak hampir tiap tahun kesulitan mendapatkan air bersih.
Selama ini, Kampung Karapyak yang dihuni oleh sekitar 75 orang dengan 16 rumah itu, aktivitas sehari-harinya sebagai petani yang menggarap lahan milik PT Sintra Loka. Warga di kampung itu mengaku belum pernah mendapat perhatian dari pemerintahan setempat. Mirisnya, sejak puluhan tahun warga Kampung Karapyak ini telah mengalami kesulitan air bersih serta tempat Mandi Cuci Kakus (MCK). Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, warga di kampung itu sering mengandalkan satu sumur yang terdapat disebuah musala yang berada tak jauh dari pemukiman warga. Hanya saja, air di tempat beridah itu sangat terbatas, sehingga warga terpaksa menggunakan air sungai Ciampel yang terdapat di daerah itu. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template