Kades Setuju Prasasti Pembangunan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Setuju Prasasti Pembangunan

Kades Setuju Prasasti Pembangunan

Written By Mang Raka on Kamis, 13 Juli 2017 | 16.00.00

*Upaya Menangkal Pemborong Nakal

PURWASARI, RAKA - Pemerintah Kecamatan Purwasari sepakat setiap pembangunan yang menggunakan anggaran negara harus disertakan pembuatan prasasti pembangunan. Hal itu harus dilakukan agar masyarakat bisa sama-sama melakukan pengawasan dan bisa mengetahui baik - buruknya pekerjaan oleh perusahaan atau rekanan.

Kasi Ekbang Kecamatan Purwasari Endang, mengatakan itu Rabu (12/7) kepada Radar Karawang. Dia memperkuat pernyataannya dengan pernyataan para kepada dan lurah di wilayah masing-masing. Menurut Endang mereka setuju diadakan prasasti pembangunan sebagai jaminan kualitas pembangunan dari sebuah proyek yang dikerjakan. "Lurah-lurah juga pada ngomong. Menurut mereka harusnya ada prasasi pembangunan," kata Endang.
Dia menyampaikan, dorongan yang disampaikan oleh para kepala desa itu juga dikarenakan saat ini kades susah payah melakukan pembangunan dengan berbagai prosedur yang harus ditempuh. Mulai dari proses pengajuan, sampai realisasi dan SPJ, semuanya harus rinci dan detail. "Sekarang kerjaan yang menggunakan anggaran yang masuk ke desa juga harus ada prasastinya," terangnya.
Menurutnya, jika itu dilakukan, paling tidak bisa menjadi pegagang kalau pihak desa akan mendapatkan pelaksana proyek atau pemborong berkualitas. Selain sekalian jadi efek jera bagi pemborong-pemborong nakal yang tidak mengutamakan kualitas kerja. Sehingga nantinya kualitas proyek bisa lebih baik dan warga juga akan bisa merasakan manfaat dari pekerjaan itu cukup lama. "Jangan sampai baru dibangun beberapa bulan sudah rusak. Itu berarti kualitas kerjaannya jelek," ujarnya.
Sementara Sekretaris Camat Purwasari Panji Santoso menambahkan, berbagai pekerjaan yang masuk di kecamatan purwasari tidak satupun pengusaha yang memberitahukan adanya pekerjaan atau proyek di Purwasari. Padahal jika terjadi persoalan dengan pekerjaan tersebut pihak kecamatan akan terbawa-bawa karena ada di wilayah Kecamatan Purwasari. "Kerjaan (jalan) itu (didepan kantor camat) tidak ada yang datang ke kecamatan. Tahu-tahu sudah mulai saja," katanya.
Dia menyampaikan seharusnya para pemborong itu datang ke Kecamatan, minimal kasih tahu pekerjaannya apa, dilakukan berapa lama, bahkan anggarannya juga harus disampaikan berapa besar. Sehingga pihak kecamatan juga bisa bersama-sama ikut melakukan pemantauan atas kerjaan tersebut. "Jadi bukan kami yang datang ke pemborong. Harusnya mereka yang datang ke kecamatan," ujarnya.
Dia juga mengaku persoalan tersebut sudah sangat sering disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) dalam setiap rapat-rapat. Tetapi ternyata sampai saat ini, saran atau masukan yang disampaikan oleh pihak kecamatan belum diperhatikan secara serius oleh pihak Dinas teknis. "Tapi kalau soal papan proyek,  kayaknya sekarang sudah mulai tertib," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template