Dua Kali Gagal Lulus SMP, Berharap Dapat Ijazah Paket B - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dua Kali Gagal Lulus SMP, Berharap Dapat Ijazah Paket B

Dua Kali Gagal Lulus SMP, Berharap Dapat Ijazah Paket B

Written By Mang Raka on Rabu, 19 Juli 2017 | 13.00.00

-Sejak Kecil Ditinggal Wafat Ibu, Ayah Derita Epilepsi

CIKAMPEK, RAKA - Saat anak-anak bergembira karena kemarin adalah hari pertama masuk sekolah, di pinggiran Kecamatan Cikampek, tepatnya di Desa Cikampek Kota, ada satu anak yang terpaksa putus sekolah karena ditinggal orangtuanya.
Hadi Alfarizi namanya. Bocah berusia umur 17 tahun itu dari umur 4 tahun sudah merasakan pahitnya kehidupan, karena banyak cobaan yang menimpa dirinya. Mulai dari hilangnya kasih sayang orangtua, sampai tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Lelaki yang mau menginjak masa muda itu, belum pernah mendapat hal yang sama seperti anak seumurannya. Hadi terpaksa harus tinggal bersama saudara perempuan ibunya yang bernama Neng Ati (33), mempunyai seorang suami, dan 3 anak, warga Dusun Krajan Remaja RT 001 RW 004, Desa Cikampek Kota, Kecamatan Cikampek. "Kasian banget dari kecil dia harus hidup tanpa seorang ibu, dan mempunyai bapak yang mengalami penyakit epilepsi. Sehingga membuat hatinya sedih dan malu, karena anak-anak seumurannya mengejek kedua orangtuanya," ujarnya kepada Radar Karawang.
Bibinya itu memasukan Hadi ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cikampek Barat 3, yang tidak jauh dari rumahnya. Ketika berseragam putih merah, anak malang tersebut terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah karena terserang penyakit polio, yang membuatnya tidak bisa berjalan selama beberapa hari. "Saya harus bisa melanjutkan sekolahnya (Hadi sampai lulus)," ujarnya.
Akhirnya, Ati melanjutkan pendidikan Hadi ke sekolah yang sama. Alhasil, usaha mereka berhasil. Hadi akhirnya lulus sekolah. "Alhamdulillah anak itu bisa lulus SD juga," tuturnya.
Agar bisa mendapatkan pekerjaan yang layak, Hadi didaftarkan kembali oleh keluarganya ke SMPN 2 Kotabaru. Jaraknya dari rumah lumayan jauh. Tidak lama kemudian tingkah laku Hadi berbeda drastis dari biasanya. Dia sering melamun dan jarang berangkat ke sekolah. Bahkan, dia tidak sekolah sama sekali alias keluar. Di situ bibinya merasa kesal, karena sudah susah payah menyekolahkan anak itu, namun hasilnya nihil. "Gimana tidak kesal, tapi yang namanya ada hubungan saudara, sekesal apapun tetap sayang sama Hadi," ungkap Ati.
Tidak hanya itu, Hadi kembali bikin ulah, ketika dimasukan ke SMPN 1 Ciampel. Dia jarang masuk sekolah, sehingga dikeluarkan dari sekolah. Padahal harapan Ati sangat besar kepada bocah itu.
Kepada Radar Karawang, Hadi mengungkapkan alasan kenapa dia tidak mau sekolah. Dia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya. "Walaupun saya dapatkan kasih sayang dari saudaraku, tetap berbeda dengan kasih sayang orangtua sendiri. Saya menyesal seperti ini. Karena suatu saat nanti saya akan membangun rumah tangga," ujarnya.
Dirinya ingin melanjutkan kembali sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, tapi bukan SMP karena usianya terlanjur tua. Ditambah lagi faktor ekonomi yang lemah. Anak itu berharap kepada pemerintah agar menggratiskan Paket B, agar bisa dilanjut ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. "Supaya dapat pekerjaan yang layak kalau sekolah tinggi (bisa masuk pabrik)," katanya. (cr1)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template