Dinamai Kanjut Gara-gara Sering Sakit - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Dinamai Kanjut Gara-gara Sering Sakit

Dinamai Kanjut Gara-gara Sering Sakit

Written By Mang Raka on Jumat, 28 Juli 2017 | 20.30.00

-Kanjut Jago Silat, Pernah Melawan Penjajah

KUTAWALUYA, RAKA - Seorang kakek asal Dusun Cikeris RT 009/04, Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, mendadak viral di media sosial. Bagaimana tidak, nama Kanjut yang tertera di Kartu Tanda Penduduk kakek berusia 85 tahun itu, sama dengan organ vital lelaki (istilah Sunda) yang dinilai jorok bila disebutkan.
Ditanya soal nama yang tidak biasa itu, Kanjut mengaku saat lahir namanya bukan itu. Namun nama tersebut diberikan oleh sesepuh kampung, Wakil Narim saat dia masih kecil. Penggantian nama tersebut setelah dia sering sakit-sakitan dan perutnya buncit atau gendut. "Nama asli abah mah Rasip, karena sering sakit dan perutnya buncit diganti jadi Kanjut sama wakil Narim," katanya kepada Radar Karawang saat ditemui di kediamannya, Kamis (27/7) kemarin sore.
Suami dari Sa'eni yang lahir tahun 1932 ini, mengaku bangga dengan nama yang ia sandang selama 85 tahun tersebut. Dibuktikan dengan terkenalnya nama tersebut hingga ke berbagai daerah, terutama di dataran Sunda. Mengingat, setiap orang terutama lelaki akan dengan mudah mengingat namanya. Bahkan, siang kemarin kakek yang mempunyai 3 orang anak, 7 cucu, dan 2 buyut ini mengaku kedatangan tiga orang bermobil, utusan dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, yang sengaja menjemputnya. "Sama sekali gak malu, justru berkah buat abah sendiri. Buktinya bisa didatangi utusan bupati," ungkapnya.
Keseharian Kanjut, dia mengurusi tujuh ekor domba peliharaannya dan bertani. Di atas tempat duduk rangkaian bambunya, dia juga sering mengingat masa mudanya yang dianggap jago silat. Bahkan dia pernah melawan penjajah. Namun, untuk saat ini sering berdiam diri dan tidak jauh dari rumah, karena sering kedatangan tamu yang tidak dikenal. "Jangankan se-desa, kecamatan, lintas kabupaten pun udah tau (nama) abah. Mudah-mudahan berkah nama abah ini," pungkasnya.
Kepala Seksi Indentitas Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Abdul Majid SH membenarkan ada warga Kecamatan Kutawaluya bernama Kanjut. Menurutnya nama itu wajar karena pemberian dari orangtua. "Apalagi saat zaman dulu tahun 1945 lagi, mungkin seperti apa kita juga gak tahu," ujarnya. (rok/apk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template