Cikampek Masih Kumuh - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Cikampek Masih Kumuh

Cikampek Masih Kumuh

Written By Mang Raka on Rabu, 05 Juli 2017 | 12.00.00

-Janji Cellica-Jimmy Ditagih

CIKAMPEK, RAKA - Umur pasangan Bupati Cellica Nurrachadiana dengan Wakil Bupati Ahmad 'Jimmy' Zamakhsayri memang masih seumur jagung. Namun, janji menata Cikampek yang sudah kadung diungkapkan Cellica tidak boleh menjadi angin lalu.
Tepatnya 7 September 2016 saat acara peresmian kantor Desa Pucung, Bupati Cellica pernah sesumbar mengatakan akan membereskan kesemrawutan Cikampek dalam lima tahun kekuasaannya. Meski masih cukup lama hingga akhir masa jabatan, namun sudah satu tahun menjadi orang nomor satu di Kabupaten Karawang, tanda-tanda perbaikan di kecamatan yang berpenduduk 112 ribu jiwa ini. Kini, masyarakat mulai bertanya-tanya, apakah janji itu bisa ditepati. Atau hanya sekadar angan saja. Melihat pada Undang Undang Pemerintah Daerah ada 24 kewenangan atau urusan wajib pemerintah daerah. Salah satunya mengatur tentang ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. Jika pemerintah daerah membiarkan kesemrawutan terjadi, maka masyarakat bisa melakukan gugatan. Hal itu juga pernah diungkapkan oleh politisi PDIP Deden Darmansah. Menurutnya, masyarakat bisa melakukan class action ke pengadilan negeri. "Pemda bisa digugat," ujarnya.
Deden yang juga warga Cikampek mendesak pemerintah daerah untuk segera merapikan Cikampek, karena kondisinya sudah sangat kronis. Dia merasa tidak nyaman saat keluar melintasi area Pasar Cikampek dan bawah jembatan layang. "Saran saya selaku warga Cikampek. Lakukan segera penataan ulang pasar dan terminal Cikampek, tentu bekerjasama dengan pihak ketiga atau swasta," ujarnya.
Dia menyampaikan, ada lahan kosong disekitar Pasar Cikampek 1, dekat rel kereta. Pemda bisa mengupayakan menggunakan lahan tersebut, karena diperuntukan kepentingan umum. "Ada kepres (Keputusan Presiden) yang mengatur tentang penggunaan tanah dan lahan untuk kepentingan pemerintah atau kepentingan umum," ujarnya.
Jika mengaca pada hasil pantauan fasilitator Program Peningkatan Kualitas Permukiman Kota (P2KP) beberapa waktu lalu, Cikampek masuk daerah kumuh. Banyak lingkungan di desa-desa yang kotor. Begitu pun data Badan Pusat Statistik (BPS) secara umum masih belum layak. Akses air minim. Masih banyak jarak jamban ke sepitengnya tidak lebih dari 10 meter. Begitu juga keberadaan tempat sampah ilegal di beberapa titik. Dampaknya bagi kesehatan warga sangat terlihat. Berdasarkan data dari UPTD Puskesmas Cikampek, dalam dua bulan terakhir jumlah penderita ISPA mencapai 435 pasien.
Kades Pangulah Baru Karnalim mengatakan, sampah di bawah jembatan layang Cikampek kian hari semakin membusuk. Jika terus dibiarkan, akan berdampak negatif seperti timbulnya penyakit TBC atau yang lainnya. "Pemerintah setempat harus bekerjasama dengan pemda agar bisa teratasi," ucapnya.
Ia juga mengatakan, bukan hanya pengendara yang akan dirugikan, jika terus dibiarkan akan merugikan masyarakat sekitar terutama para pedagang. "Preman banyak di Cikampek, kalau kompak pasti tidak akan seperti itu," ucapnya. (psn)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Cikampek makin semrawut sja Banyak preman,..ngeri.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template