Bendungan Barugbug Tercemar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Bendungan Barugbug Tercemar

Bendungan Barugbug Tercemar

Written By Mang Raka on Senin, 31 Juli 2017 | 12.00.00

-Petani Terpaksa Gunakan Air Berbau dan Berwarna Hitam

JATISARI, RAKA - Sejumlah aparat desa serta para petani mengeluh limbah yang mengalir ke Bendungan Barugbug di Kecamatan Jatisari. Entah dari mana limbah tersebut berasal, namun kondisi air yang tiba-tiba berbusa serta mengeluarkan bau yang tidak sedap, mengganggu kehidupan masyarakat setempat.
Seperti yang disampaikan salah satu petani, Emuh (38) warga Kampung Kaliwaru, Desa Situdam, berubahnya warna air menjadi hitam pekat dan berbau, masih tetap digunakan oleh para petani untuk mengairi areal sawahnya. Karena tidak ada lagi sumber air selain dari bendungan tersebut. "Air nya jadi hitam, bau lagi udah tiga hari kemarin," ucapnya kepada Radar Karawang.
Sampai saat ini, bagi dia, memang belum ada perubahan yang terjadi setiap musim tanam maupun panen. Namun jika terus dibiarkan begitu saja, ditakutkan itu akan berdampak buruk pada hasil tanaman. "Dulu juga pernah kayak gini, udah lama sih sekarang muncul lagi," akunya.
Dia juga menjelaskan, air Bendungan Barugbug mengalir ke beberapa sungai. Diantaranya ke wilayah Desa Cirejag, Situdam, Balonggandu, Barugbug, Kalijati dan desa lainnya di Kecamatan Jatisari. Bukan hanya itu, sumber air Bendungan Barugbug tersebut sering digunakan para petani di Kecamatan Jatisari untuk mengairi areal pertanian. "Semua petani pake air disini semua," ungkapnya.
Menurut Kepala Desa Cirejag Dadang Supriatna, aliran air Bendungan Barugbug yang berada di wilayah Desa Situdam, mengalir ke beberapa desa di Kecamatan Jatisari. "Kini Bendungan Barugbug kembali tercemar dengan kondisi air berbusa dan bau menyengat," tuturnya
Melihat kondisi tersebut, para kepala desa di Kecamatan Jatisari sebelumnya sudah menggelar pertemuan di Desa Situdam, guna membahas munculnya kembali limbah ke beberapa hulu sungai ke setiap desa di Kecamatan Jatisari. "Jumat kemarin para kepala desa juga menggelar pertemuan membahas munculnya kembali limbah di Bendungan Situdam," ucapnya
Hal serupa juga disampaikan Kepala Desa Situdam Iwan Kurniawan, aliran air Bendungan Barugbug yang tercemar dapat membahayakan kesehatan warga. "Berbahaya bagi kesehatan lingkungan warga sekitar, karena bukan hanya warga terdekat dari Bendungan Barugbug yakni warga Situdam dan Barugbug saja, tapi desa lain seperti Desa Balonggandu dan Cirejag juga kena," katanya.
Di tempat yang berbeda, Kepala Desa Balonggandu Suhana mengatakan, adanya dugaan pencemaran air Bendungan Barugbug ke beberapa sungai termasuk sungai Ciherang Cilamaya ke Desa Balonggandu perlu diselidiki. "Harus ditelusuri sampai tuntas supaya diketahui dari pabrik mana saja yang berani buang limbah ke Bendungan Barugbug," pesannya.
Sementara itu, Anto Heryanto Ketua Forum Komunikasi Pemuda Jatisari (FKPJ) menyampaikan, tercemarnya kembali aliran Bendungan Barugbug perlu diusut tuntas. Sebab, air Bendungan Barugbug itu digunakan para petani di Kecamatan Jatisari untuk mengairi areal pesawahan teknis. "Ini cukup membahayakan kesehatan lingkungan, jika perlu diusut perusahaan mana saja yang membuang limbahnya sampai mengalir ke Bendungan Barugbug Kecamatan Jatisari," pungkasnya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template