Belasan Siswa Putus Sekolah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Belasan Siswa Putus Sekolah

Belasan Siswa Putus Sekolah

Written By Mang Raka on Kamis, 20 Juli 2017 | 16.00.00

PURWAKARTA,RAKA - Kembali, warga didampingi aparat desa datangi SMAN 1 Jatiluhur (SMANJA), Rabu (19/7). Warga  tidak terima atas dampak psikologis yang terjadi pada para pelajar. Pasalnya, belasan pelajar di Kecamatan Jatiluhur itu diduga mengalami stres dan sakit-sakitan akibat gagal diterima di sekolah tersebut dan hingga kini belum melanjutkan sekolah.

Para warga datang sekitar pukul 10.00 WIB dengan membawa serta siswa yang gagal diterima di sekolah itu. Mereka memajang poster yang berisi protes terhadap kebijakan sekolah atas penerapan zonasi. Awalnya mereka hanya berkumpul di luar areal sekolah sebelum akhirnya dipersilakan masuk ke salah satu ruangan untuk berdialog dengan pihak sekolah dengan kawalan aparat kepolisian.

Warga meminta agar sekolah bertanggung jawab atas dampak psikologis yang terjadi pada anak-anaknya itu. Tidak ada solusi lain untuk mengobati anak-anaknya kecuali sekolah tersebut menambah kuota pada setiap kelas sebanyak dua orang atau membuat rombongan belajar baru. "Jumlah ruangan untuk siswa baru di SMAN 1 Jatiluhur sebanyak delapan kelas. Berarti cukup ditambah dua orang pada setiap kelas. Itu obat yang kami perlukan," ungkap Ketua RT 14,RW 03, Desa Bunder, Muhammad Juhanda kepada awak media, seraya menyebutkan anaknya pun termasuk yang tidak diterima di sekolah tersebut.

Menurutnya, berdasarkan ketentuan yang ada tentang penerapan zonasi, seharusnya pihak sekolah memprioritas warga sekitar. Apalagi NEM para pelajar warga setempat itu cukup baik, sehingga saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) beberapa waktu lalu optimistis diterima di SMAN 1 Jatiluhur. Namun kenyataannya anak-anaknya gagal masuk di sekolah tersebut. "Ditenggarai banyaknya pelajar dari luar Desa Bunder yang diterima di sekolah itu. Bahkan, ada siswa yang berasal dari Cikarang, Bekasi," bebernya.

Warga lainnya, Dadang Supriadi menyatakan, persoalan yang terjadi di SMAN 1 Jatiluhur merupakan potret nasib anak bangsa. Masa depan siswa yang tidak diterima di SMAN 1 Jatiluhur dipertaruhkan. "Sebenarnya orangtua siswa siap kalaupun harus membangun ruang kelas baru secara swadaya. Kalau memang persoalannya seperti itu. Permasalahan ini sudah dikomunikasikan ke Dinas Pendidikan Jawa Barat, namun sampai hari ini belum ada respons. Sementara anak-anak kami hingga sekarang belum bisa bersekolah," kata Dadang.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Jatiluhur, Popong Siti Ratna Sari, mengaku, dalam melaksanakan PPDB pihaknya hanya sebatas pelaksana. Semua kebijakannya ada di Provinsi Jawa Barat. Termasuk soal siapa siswa yang diterima atau tidak, kewenangannya ada di provinsi. "Kami hanya melaksanakan kebijakan saja. Untuk siswa baru jumlah ruangannya ada delapan. Setiap rombongan belajar maksimal diisi oleh 36 siswa," ujar Popong. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template