Astaga, 252 Remaja Hamil di Luar Nikah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Astaga, 252 Remaja Hamil di Luar Nikah

Astaga, 252 Remaja Hamil di Luar Nikah

Written By Mang Raka on Selasa, 25 Juli 2017 | 17.01.00

-Dipicu Nonton Film Porno

KARAWANG, RAKA - Tanda di alat tes kehamilan itu terlihat dua garis tegas berwarna merah. Melihat itu, wajah SN pucat. Dia menyadari jika perbuatan terlarangnya dengan sang pacar DS berbuah fatal.
Berbekal sedikit keberanian, perempuan yang tinggal di Kecamatan Kotabaru itupun mengabari kabar tersebut pada sang pacar, yang kebetulan tinggal di tetangga kampung. Dalam bayangannya, orangtua yang sudah membesarkannya hingga duduk di bangku kelas X SMA negeri di Cikampek, itu pasti marah besar. Dia tahu hasil perbuatannya dengan sang pacar, akan membuatnya dicap sebagai anak tidak tahu diri. Terlanjur berlumur dosa, akhirnya dia dan DS memberanikan diri mengungkapkan kabar menyesakkan itu pada kedua orangtua. Dan..Ledakan amarah sang bapak itupun meledak. Seorang pensiunan pegawai negeri itu terhenyak. Namun, apadaya. Nasi sudah jadi bubur. Akhirnya dua orang kekasih yang nekat melakukan perbuatan terlarang itupun dinikahkan. Namun masih di bawah tangan. Karena usia belum cukup. Kini, sepuluh tahun sudah berlalu. Kedua orang yang dulu saling mengasihi pun tidak lagi bersatu. Mereka bercerai. Menyisakan kesedihan bagi anaknya yang kini duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar. "Nyesel sih dulu kenapa harus menikah karena kecelakaan," ungkap DS kepada Radar Karawang yang mewanti-wanti agar identitasnya jangan diketahui publik.
Ia melanjutkan, perbuatan yang dulu dilakukannya itu berawal rasa penasaran dari cerita orang lain, dan tontonan film porno. Selain itu, masa remaja yang penuh gejolak tidak mampu ditahannya, saat suasana rumah sang pacar terlampau sepi saat malam semakin larut. Kedua orangtua SN yang membiarkan anaknya bebas berduaan tanpa mengenal waktu, membuat kesempatan melakukan perbuatan terlarang terbuka lebar. "Waktu itu kejadian pertama di rumahnya. Lalu ketagihan, dan berkali-kali di tempat lain. Akhirnya hamil," ujarnya.
Setelah menikah, bayangan bahagia yang menjadi bumbu percintaannya ternyata jauh panggang dari api. DS yang saat itu sudah lulus SMK, harus mencari kerja. Sedangkan SN masih labil. Lambat laun pernikahannya kerap didera masalah. DS yang tidak kunjung mendapat pekerjaan, jadi cibiran sang mertua. "Gak tahan pokoknya. Akhirnya cerai," tandasnya.
Sekelumit cerita warga Kotabaru itu ternyata banyak dialami oleh remaja masa kini. Berdasarkan data yang diperoleh Radar Karawang di berbagai sekolah di Kabupaten Karawang, kerap ditemukan remaja putri yang putus sekolah karena hamil di luar nikah.
Di Kecamatan Tegalwaru dan Pangkalan misalnya. Meski di wilayah itu terkenal akan kultur religi yang kuat, namun tidak serta merta perilaku anak-anaknya baik. Dari beberapa penuturan anak-anak yang duduk di bangku SMP dan SMA/SMK, seks bebas berujung kehamilan sudah biasa mereka dengar.
Sebut saja Nj (16) salah satu siswa SMK di Kecamatan Pangkalan mengatakan, dirinya tidak tahu persis ada siswi yang hamil tahun ini. Namun, tahun sebelumnya ada sepasang kekasih yang keluar karena perbuatan mereka berujung kehamilan. "Saya gak tahu namanya. Tapi rumornya sih hamil," ujarnya.
Di tempat terpisah, salah satu alumnus SMAN Pangkalan, Al mengatakan, salah satu teman seangkatannya tertimpa kasus hamil. Namun, siswi tersebut memilih keluar dari sekolah.  "Dia memilih berhenti sekolah dan tidak mau melanjutkan," Ungkapnya.
Di tempat berbeda, Ferri (16) salah satu siswa di Kecamatan Pangkalan juga mengiyakan bahwa ada siswi yang hamil di kelas XI. Dirinya pun mengungkapkan bahwa siswi itu sudah pindah sekolah. "Siswi yang hamil melakukan itunya karena orangtuanya cerai. Ibunya kerja di luar negeri jadi TKW. Bapaknya menikah lagi," terangnya.
Sedangkan di Karawang kota, dari 63 siswa di tiga SMA negeri yang berbeda, ada 9 orang teman mereka yang gagal melanjutkan sekolah karena hamil. Sedangkan di Kecamatan Klari dan Majalaya. Dari 50 siswa yang ditanya, ada dua orang teman mereka yang hamil sebelum menikah. Begitu pun di Kecamatan Kotabaru, dari 93 anak di dua SMK yang berbeda, ada 238 temannya yang gagal melanjutkan sekolah karena hamil atau menghamili. Jumlah itu mereka rinci dari mulai teman di rumah, SMP hingga SMK. "Teman saya waktu SMP ada dua orang yang hamil. Kalau teman di rumah, ada empat orang yang hamil," ujar LN (16).
Perbuatan terlarang remaja yang biasanya dipicu oleh film porno, minuman keras, dan pergaulan bebas, juga dilakukan di kontrakan hingga hotel. Menurut Kabid Penertiban Umun dan Ketentraman Masyarakat (Tribun Tranmas) Satpol PP Kabupaten Karawang Basuki Rachmat SE, selama penyisirannya di kosan, kontrakan, hotel, hingga tempat pijat plus-plus dari awal tahun hingga bulan ini, ada tujuh orang remaja yang terjaring. "Usia di bawah 22, rata-rata orang Karawang yang diduga sebagai berbuat mesum. Mereka terjaring saat razia operasi pekat Satpol PP," ungkapnya.
Sementara menurut data di Polres Karawang, dari tahun 2016 hingga tahun 2017 ada 51 kasus pencabulan dan 78 kasus kekerasan dalam rumah tangga. Menurut Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang Ipda Herwit Yuanita, jumlah kasus tersebut tinggi. Karena jika dirata-ratakan, ada tiga perkara dalam satu bulan. "Kalau yang korbannya anak, karena pengawasan orangtua lemah. Harusnya orangtua jadi teman anak. Sedangkan perkara KDRT karena faktor ekonomi," ungkapnya. (yfn/ian/ops/apk/zie/psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template