Aroma Pungli di Tubuh Disdik - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Aroma Pungli di Tubuh Disdik

Aroma Pungli di Tubuh Disdik

Written By Mang Raka on Jumat, 21 Juli 2017 | 13.30.00

- Akitivis Segera Buka Laporan

PURWAKARTA,RAKA- Kabar tak sedap menyeruak di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta. Organisasi perangkat daerah tersebut dituding menjadi sarang pungli, korupsi dan gratifikasi.
Tudingan pedas ini mengemuka dari aktivis dan pemerihati dunia pendidikan di Purwakarta yang mengaku memiliki data otentik terkait persoalan tersebut, bahkan dalam waktu dekat bakal melaporkan temuan itu ke penegak hukum. "Diduga ada sejumlah celah yang dijadikan ajang pungli oleh oknum pejabat Disdik Purwakarta dalam hal pengadaan buku dan pengadaan soal-soal ujian," kata pemerhati dunia pendidikan di Purwakarta, Adang Yosef, kemarin.
Selain itu, ia juga membeberkan sejumlah temuan praktek-praktek yang mengarah pada pungli, gratifikasi dan korupsi, seperti pungutan uang sertifikasi guru dengan nominal mencapai Rp250 ribu per orang. "Modusnya, oknum pejabat di bidang pendidikan dasar perintahkan stafnya, agar menyampaikan kepada para kepala UPTD, kemudian UPTD memberi perintah ke Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) atau guru yang dapat sertifikasi, dan meminta sejumlah uang. Bayangkan jika jumlah guru atau kepala sekolah yang dapat sertifikasi sebanyak 300 orang, dikalikan Rp250 ribu. Wow, Rp 75 juta. Itu disatu celah," ungkap Adang.
Ditemui di kediaman di sekitaran Sadang, Adang juga membeberkan celah yang dijadikan ajang pungli lain, diduga pengadaan soal Ujian Kenaikan Kelas (UKK). Cara yang digunakan oleh oknum tersebut ditenggarai dengan memperalat Ketua K3S, agar mereka menyampaikan kepada para kepala sekolah, pungutannya berkisar diangka Rp5 ribu untuk biaya cetak. Padahal setelah dikroscek biaya cetak persiswanya hanya dikisaran Rp2 ribu. "Bayangkan jika peserta ujian kenaikan kelas yang dikelola sebanyak 105.000 siswa dikalikan selisih Rp3 ribu. Fantastis, Rp315 juta masuk kantong," ungkapnya.
Celah lainnya, lanjut Adang, ada pada penjualan buku mata pelajaran PJOK, Matematika dan Bahasa Sunda. Ia menduga hal ini juga dilakukan oleh oknum yang sama. "Temuan tim kami menemukan modusnya, mereka menjual secara paksa ke semua kepala sekolah. Bahkan ditenggarai dijual di atas harga yang ditetapkan. Kenapa dijual paksa oleh oknum pejabat tersebut, diduga karena oknum itu mendapat fee dari penerbit. Sebesar 15 persen dari harga yang ditetapkan. Data yang kami catat jumlah penjualan buku-buku tersebut mencapai Rp2 miliar. Dan 15 persen dari Rp2 miliar tersebut, lagi-lagi masuk ke kantong para oknum itu," ungkap Adang, lagi.
Tidak hanya itu, lanjut Adang, pungli lainnya diduga terjadi pada pemesanan dan pendistribusian buku Kurikulum 2013 (Kurtilas) melalui tender LKPP. Permendikbud Nomor 173 Tahun 2017 mengisyaratkan barang atau buku dalam pengiriman atau pendistribusian serta pembayarannya dibatasi sampai 30 Juni 2017. Namun, dari penulusaran tim pendistribusian buku tersebut di Kabupaten Purwakarta, baru dilakukan pada pertengahan bulan Juli 2017. "Hal tersebut dianggap telah melanggar ketentuan, belum lagi buku yang dipesan belum lengkap sesuai tema. Tapi, kejadian tersebut seolah dibiarkan oleh pejabat terkait. Diduga, para oknum pejabat tersebut mendapat persentase dari penjualan buku tersebut. Nilainya cukup besar, mencapai Rp500 juta," beber Adang.
Lebih jauh Adang Yosef mengatakan, ia bersama timnya, telah melengkapi berkas-berkas dan bukti-bukti berkaitan dengan dugaan praktek pungli yang disebutkan untuk segera dilaporkan ke Tim Saber Pungli Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. "Segera kita tidaklanjuti dengan laporan ke Kejati Jabar," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis Radar Karawang,  belum dapat mengkonfirmasi para pejabat terkait, di Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template