Arjuna Diusulkan Jadi Nama Kelas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Arjuna Diusulkan Jadi Nama Kelas

Arjuna Diusulkan Jadi Nama Kelas

Written By Mang Raka on Senin, 24 Juli 2017 | 11.30.00

*Pemda Didesak Berdayakan Potensi Perajin Wayang Golek

KLARI, RAKA - Pemerintah daerah didesak memberdayakan seniman dan perajin wayang golek di Kabupaten Karawang. Peran para perajin ini dinilai penting untuk mempertahankan kebudayaan sunda. Sayangnya sampai saat ini keberadaan mereka masih belum dilirik oleh pemda.

"Kemarin Abah Ana (Ana Sumarna, seniman dan perajin wayang golek) baru dapat bantuan rutilahu. Tapi untuk bantuan pengembangan karyanya belum diperhatikan," kata tokoh masyarakat Desa Duren, Kecamatan Klari Sukarli, kepada Radar Karawang, Minggu (23/7).
Lili sapaan akrab Sukarli menyampaikan seharusnya pemda bisa lebih memperhatikan keberadaan dan keberlangsungan para perajin wayang golek. Karena tanpa campur tangan pemerintah, para perajin akan sulit berkembang. "Cobalah pemda mengumpulkan para perajin wayang golek se karawang. Kemudian buat kebijakan atau program yang bisa meningkatkan potensi mereka," pintanya.
Dia mencontohkan, salah satu program yang menurutnya seharusnya diterapkan oleh Pemda Karawang adalah dengan memajang hasil karya para perajin wayang golek disetiap dinas instansi terutama satuan pendidikan atau sekolah-sekolah. Oleh karenanya paling tidak yang harus menggarap program ini adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora).
Ada ratusan tokoh pewayangan. Setiap kelas dipajang paling tidak satu karya golek hasil perajin orang karawang. Dengan demikian, kesejahteraan para perajin akan meningkat secara cepat dan signifikan. "Nanti tiap kelas bisa dikasih nama atau disebut tokoh pewayangan yang dipajang dikelas tersebut. Jadi nanti ada kelas Arjuna, kelas Bima dan seterusnya," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyampaikan, paling tidak, makna atau filosofi dari tokoh pewayangan yang dipajang dikelas itu bisa menjadi tugas yang terstruktural bagi para peserta didik di dalam kelas tersebut. Karena setiap tokoh atau karakter pewayangan itu memiliki filosofi yang berbeda-beda.
Dengan demikian kebudayaan suda bisa dikenalkan lebih dekat kepada para peserta didik. Menurutnya itu sebuah contoh yang seharusnya bisa direalisasikan oleh Pemda agar kesejahteraan para pengrajin wayang golek bisa meningkat. "Setelah itu, siswa juga bisa dikasih tugas untuk mencari biografi presiden, wakil presiden, bupati, wakil bupati serta para tokoh nasional yang gambarnya ditempel dikelas masing-masing," ucapnya.
Perajin wayang golek Abah Ana (73) tahun, mengaku sejak dirinya menjadi pengrajin wayang golek sampai saat ini belum ada perhatian khusus dari pemda karawang kecuali adanya bantuan rutilahu yang baru diterimanya di tahun 2017. Itupun belum menyentuh secara langsung untuk bisa meningkatkan mata pencahariannya. "Baru dibuatkan rumah ini. Kalau bantuan lain belum ada," ujarnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template