Anjal dan Gepeng Resahkan Warga - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anjal dan Gepeng Resahkan Warga

Anjal dan Gepeng Resahkan Warga

Written By Mang Raka on Sabtu, 15 Juli 2017 | 12.30.00

Suradi: Mereka Datang Bergerombol dan Bergantian

KARAWANG, RAKA - Kehadiran anak jalanan (anjal) serta gelandangan dan pengemis (gepeng) di sekitar Jalan Interchange Karawang Barat mendapat banyak keluhan. Sejak ramadan kemarin hingga setelah lebaran aktivitas para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) ini semakin sering terlihat. Karenanya, warga berharap ada penertiban terhadap para penyandang masalah tersebut.

Seperti diungkapkan Dula (35) pemilik warung di pinggir jalan Interchange. Hampir setiap hari dia melihat ada saja gepeng dan anak jalanan mondar mandir di melintasi warungnya. Bahkan para penyandang masalah kesejahteraan ini kerap melakukan aksi-aksi yang membahayakan. Mereka sering membawa batu sambil meminta makanan dari warung-warung yang ada dipinggir jalan.
"Terkadang mereka mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas didengar sambil mengeluarkan ancaman supaya diberi makanan," tandas Dula yang merasa pasca lebaran kemarin jumlah gepeng dan anjal di sekitar ruas Jalan Interchange Karawang Barat mengalami peningkatan. Karena dia bersama warga lainnya meminta agar Satpol PP melakukan penertiban bersama Dinas Sosial dan melakukan pembinaaan terhadap mereka.
Dula juga menambahkan penyebaran gelandangan dan pengemis serta para anak jalanan ini makin meluas ke pemukiman warga. "Mending kalau tiak mengganggu tetapi ini malah ada yang tereak-tereak di depan warung minta makan dan pengen jajanan yang dijual di warung. Nah hal itu kan malah mengganggu warga. Menjadi dilema kalau kita kasih keras malah bikin malu saja tapi batu bisa melayang. Nah itu yang bikin warga kebingungan, makanya harapan kami pemerintah mesti melakukan tindakan tegas agar jangan sampai warga melakukan kekerasan kepada mereka," katanya.
Sementara Wawah (32) Warga lainnya menerangkan keberadaan anjal dan gepeng dadakan tersebut tampak di tepian jalan utama Interchange dan jembatan Badami juga kompleks perumahan warga. Sejak Ramadhan dimulai, keberadaan mereka kian mudah menemukan warga dengan kondisi lusuh compang camping dan kondisi membawa plastik besar sambil sesekali berhenti di rumah-rumah warga. "Membuat khawatir juga, masa sih kita juga manusia kadang merasa iba dengan kondisi seperti itu. Dugaan saya ada orang yang menurunkan mereka di sekitar Interchange, namun sampai saat ini belum ada penertiban dari dinas manapun. Mereka kadang tidur di tembok perbatasan Karawang, kan bikin resah warga," paparnya.
Menurut Suradi (37) warga Desa Margakaya, anak jalanan dan gepeng tersebut kerap datang bergerombol mendatangi rumah warga secara bergiliran. Kadang mereka dengan modus minta zakat dan sedekah. "Dari penampilannya saja mereka sepertinya menjadikan profesi pengemis. Padahal, mungkin bukan orang yang tidak mampu. Semestinya ini menjadi pekerjaan rumah bersama. Secara estetika keberadaan mereka cukup mengganggu. Harapan kami pemerintah bisa secara intensif melakukan pencegahan agar Karawang jangan dijadikan tempat membuang anjal dan gepeng," tandasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template