Anak Cikolotok Banyak yang Putus Sekolah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Anak Cikolotok Banyak yang Putus Sekolah

Anak Cikolotok Banyak yang Putus Sekolah

Written By Mang Raka on Senin, 24 Juli 2017 | 14.00.00

PURWAKATA,RAKA - Di salah satu Kampung di Purwakarta, banyak anak kurang meminati pendidikan. Sebab, mereka lebih memilih untuk bekerja sejak dini ketibang melanjutkan sekolah. Tepatnya, di Kampung Mekarjaya Cikolotok, Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan. Banyak anak usia sekolah di kampung tersebut lebih memilih untuk bekerja sebagai pengepul barang bekas dari pada melanjutkan pendidikan. Rata-rata mereka kebanyakan anak di kampung itu, mengenyam pendidikan SD hingga tingkat SLTP.
Anak-anak di kampung itu beranggapan bekerja membantu orangtua dengan mengumpulkan barang bekas dari tumpukan sampah lebih penting ketibang sekolah. Padahal, Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Dinas Pendidikan terus menelurkan kebijakan untuk memerangi putus sekolah, salah satunya dengan meringankan beban orangtua. Seperti yang paling anyar adalah tidak adanya paksaan bagi pelajar SD dan SMP di Purwakarta untuk membeli dan mengenakan seragam sekolah di tahun ajaran baru jika kondisi ekonomi pelajar tersebut dinilai kurang mampu. Namun, hal itu nampaknya tidak berlaku dan tidak menarik perhatian masyarakat di Kampung Mekarjaya Cikolotok. Anak-anak di tempat tersebut memilih membantu pekerjaan orangtua dengan memungut barang bekas. Tak ayal hal tersebut membuat Komunitas Lentera Mimpi terketuk hati untuk ikut andil dalam membangun kesadaran warga akan pentingnya pendidikan. "Kami merasa simpati melihat hal tersebut. Maka dari itu, hati nurani kami terpanggil untuk terus menumbuhkan kesadaran para usia anak sekolah untuk terus melanjutkan pendidikan," ujar Asan Solehudin, Ketua Komunitas Lentera Mimpi, Minggu (23/7).
Komunitas tersebut, memberikan bimbingan belajar kepada anak-anak serta memberikan motivasi agar terus mau belajar. Adapun kegiatanya yakni belajar bersama, mengulangi pelajaran di sekolah dan diajarkan juga membuat kerajinan tangan dari bahan bekas hingga memiliki nilai ekonomis. "Semua yang kita lakukan itu semata-mata untuk memberikan pemahaman tentang arti pentingnya sebuah pendidikan," jelas mahasiswa STT Muttaqien Purwakarta itu. (gan)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template