37 Pendatang Ilegal Terjaring - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » 37 Pendatang Ilegal Terjaring

37 Pendatang Ilegal Terjaring

Written By Mang Raka on Rabu, 05 Juli 2017 | 20.08.00

-Tiap Bulan Ada 1.700 Pendatang Baru

KLARI, RAKA - Karawang menjadi salah satu kabupaten yang cukup menarik bagi kaum urban. Terlebih upah minimum di Kota Pangkal Perjuangan ini tertinggi di Indonesia.
Menjaga agar tidak disusupi oleh pendatang liar, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcatpil) Kabupaten Karawang melakukan operasi yustisi. "Tadi (kemarin) ada 37 orang yang kami catat sebagai pendatang," kata Kepala Disdukcatpil Kabupaten Karawang Yudi Yudiawan kepada Radar Karawang, Selasa (4/7).
Operasi yustisi yang dilakukan Disdukcatpil bersama tim yang dibantu dari Polri, TNI, Satpol PP, pegawai kecamatan dan pemerintah desa, itu dilakukan tiga kali. Pertama di Terminal Klari, kedua di Terminal Tanjungpura dan ketiga di rumah kos-kosan dan kontrakan. "Anggarannya hanya Rp 15 juta untuk tiga kali kegiatan. Itu cuma untuk honor tim saja," ujarnya.
Berdasarkan data Disdukcatpil, jumlah kaum urban yang datang ke Karawang rata-rata per bulan mencapai 1.700 orang. Makanya jumlah penduduk Karawang terus meningkat, terutama di kecamatan yang banyak berdiri perusahaan. "Karawang memang jadi kabupaten yang diburu pendatang. Kebanyakan untuk kerja," ujarnya.
Disinggung mengenai waktu operasi yustisi yang dinilai kurang tepat karena terlalu jauh dengan hari lebaran, dia menyampaikan itu menjadi bahan evaluasi. Karena pertimbangannya cukup sulit untuk bisa mengumpulkan tim yang bisa siap di hari libur, atau saat cuti bersama. "Ini jadi bahan evaluasi. Kedepan kami akan buat tim (operasi yustisi) jauh-jauh hari. Dan akan dipilih siapa yang gak mudik," katanya.
Yudi mengingatkan warga pendatang yang ingin mengadu nasib di Karawang, harus memiliki keahlian agar bisa bekerja. Tanpa keahlian akan sulit mendapat pekerjaan, dan akan menjadi beban bagi Pemkab Karawang. "Dalam operasi ini kita menghimbau mereka untuk mengurus kependudukan di Karawang," jelasnya.
Yudi menambahkan, pendatang yang masuk Karawang kemungkinan akan bertambah dibanding tahun lalu yang tembus 30 ribu jiwa. Untuk pendatang yang tertangkap operasi yustisi tidak ada sanksi apa-apa. Hanya berupa himbauan agar segera mengurus dokumen kependudukan jika ingin tinggal di Karawang. "Selain Karawang sudah jadi tujuan pencari kerja, Karawang dengan UMR tinggi menjadi daya tarik tersendiri bagi pencari kerja di luar Karawang," terangnya.
Sementara itu, Alfan pendatang dari Magetan, Jawa Timur, saat turun dari bus langsung digiring petugas. Saat dimintai identitas KTP, dia mengaku meski sudah tiga tahun tinggal di Karawang sebagai pekerja pabrik, belum memiliki dokumen kependudukan Karawang. "Saya tinggal di Perumnas, ngekos. Tapi memang KTP masih daerah asal," ujarnya kepada petugas di Terminal Klari.
Dia berjanji kepada petugas akan segera mengurus dokumen kependudukan di Karawang. "Saya baru tahu, saya akan urussecepatnya," katanya.
Seorang warga Cirebon, Adib mengaku datang ke Karawang untuk berkunjung ke temannya. Sialnya, dia tidak membawa surat pindah. "Berkunjung ke teman. Jadi gak netap. Gak lama juga saya balik ke Cirebon," pungkasnya. (zie/dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template