Warga Payungsari Malah Tawuran di Bulan Ramadan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Payungsari Malah Tawuran di Bulan Ramadan

Warga Payungsari Malah Tawuran di Bulan Ramadan

Written By Mang Raka on Rabu, 14 Juni 2017 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Bulan Ramadan yang seharusnya meningkatkan keimanan dan memperbanyak perbuatan baik, justru dirusak oleh oknum warga Desa Payungsari, Kecamatan Pedes, yang berujung tawuran antarkampung, Selasa (13/6) diniahari.
Puluhan rumah yang berada di perbatasan antara Kampung Bayur dan Pedes rusak akibat lembaran batu dan benda keras lainnya. Sementara beberapa warga lainnya terpaksa harus mendapatkan perawatan medis akibat tawuran tersebut. Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Karawang usai kejadian, tawuran antarkampung tersebut tidak lepas dari ekses pemilihan kepala desa yang digelar serentak beberapa waktu lalu. Hal itu terlihat dari adanya aksi intimidasi dan perusakan pagar rumah yang diduga dilakukan pihak calon pendukung kepala desa yang kalah, terhadap pendukung calon kades terpilih. "Intimidasi dan perusakan itu sudah dilaporkan ke pihak kepolisian setempat, tapi kurang mendapat respon," kata Ade (35) warga Kampung Pedes, Selasa (13/6) kemarin.
Menurut Ade, indikasi tawuran antarkampung ini sebenarnya sudah terlihat, karena hampir terjadi setiap malam. Tetapi, karena aparat kepolisian terkesan lamban melakukan antisipasi, termasuk mengambil tindakan tegas, bibit-bibit permusuhan ini terus berkembang. Bahkan, pihak pendukung yang kalah semakin leluasa mengintimidasi pendukung kades yang menang. "Sebenarnya, warga yang menjadi korban perusakan tersebut sudah melapor ke Polsek Pedes, dan didampingi sejumlah warga lainnya agar polisi segera bertindak, termasuk 38 warga yang diduga terlibat. Namun, polisi belum juga beraksi hingga tawuran memuncak," ungkap Ade.
Beberapa warga lainnya juga mengungkapkan hal senada. Tawuran antarkampung dengan skala kecil hampir terjadi setiap malam, khususnya  dalam dua pekan terakhir. "Pasca pilkades situasi kamtibmas di desa ini agak gaduh. Mereka berharap Polres Karawang bisa menyelesaikan kemelut ini," ujar Asep yang diamini warga lainnya.
Kapolres Karawang AKBP Ade Ary Syam membantah jika tawuran itu ekses dari pilkades. Menurutnya, tawuran terjadi akibat ulah salah seorang pemuda yang mengendarai sepeda motor, sambil menggerung-gerungkan suara knalpot usai belanja dari sebuah minimarket. Suara knalpot yang berisik itu mengakibatkan warga sekitar terganggu. “Saya membantah tawuran tersebut pecah karena salah satu pendukung yang tak terima kekalahan dalam pilkades. Ini disebabkan akibat salah seorang anak muda yang mengendarai sepeda motor, dengan menggerung-gerungkan suara knalpot,” tandasnya kepada wartawan di sela-sela acara pemusnahan hasil operasi pekat, Selasa (13/6) pagi kemarin.
Untuk mengantisipasi terjadinya aksi serupa, ia meminta kepada Muspika, Muspides dan masyarakat sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Tetapi, ancam Ade, jika tawuran masih tetap terjadi, kepolisian akan melakukan tindakan tegas dengan menangkap pelaku tawuran. “Dalam pertemuan nanti, saya akan meminta pertanggungjawaban kepada Muspika dan Muspides yang tidak bisa mencegah warganya. Kita akan memfasilitasi kedua belah pihak yang bertikai,” katanya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template