UPTD Pendidikan Sesalkan Masalah Tabungan Siswa SDN Batujaya 2 - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » UPTD Pendidikan Sesalkan Masalah Tabungan Siswa SDN Batujaya 2

UPTD Pendidikan Sesalkan Masalah Tabungan Siswa SDN Batujaya 2

Written By Mang Raka on Selasa, 13 Juni 2017 | 14.00.00

BATUJAYA, RAKA- Tindakan koboi yang dilakukan pihak sekolah SDN Batujaya 2 dalam mengadakan tabungan sekolah berikut dengan dugaan pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oleh oknum staf pengajar membuat geram Kepala Unit Pelaksana Tekkhnis Daerah (UPTD) Pendidikan Batujaya. Padahal, sebelumnya dia mengaku sudah mengeluarkan surat larangan bagi semua SDN untuk mengadakan tabungan, karena pada tahun lalu sekolah tersebut tersandung permasalahan yang sama.
Menurut Kepala UPTD Pendidikan Batujaya Sahdi Abidin, dirinya menyayangkan tindakan pihak sekolah yang tetap mengadakan tabungan sekolah. Pasalnya, kepala sekolah yang lama terpaksa dipindahkan karena tersandung permasalahan yang sama, dirinya akan melakukan koordinasi dengan pihak disdik dalam menyikapi permasalahan tersebut. "Saya sudah melarang jangan ada tabungan siswa dengan membuat surat edaran," katanya, kepada Radar Karawang, Senin (11/7) kemarin.
Selanjutnya, dirinya akan melakukan pemanggilan kepada pihak-pihak yang diduga melakukan pungli. Namun, Ketua komite SDN Batujaya 2 Abdul Rajak S.Pd.I menyangkal adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan staf pengajar SDN Batujaya 2. Pembayaran yang dibebankan kepada orangtua dan tercatat dalam kuitansi yang diedarkan kepada masing-masing orangtua siswa tersebut, pasalnya sudah melalui jalur kesepakatan sebelumnya. "Kita sudah sepakat bersama orangtua siswa untuk membayar sampul raport dan pemotongan 10% di tabungan siswa," ujarnya.
Pihaknya memang sempat melarang orangtua wali murid untuk mengadakan tabungan di sekolah. Namun, kata dia, justru pihak orangtua siswa sendiri yang meminta kepada sekolah untuk mengadakan tabungan di sekolah. "Sebelumnya saya sudah melarang orangtua siswa untuk melakukan tabungan di sekolah, tapi mereka yang memaksa," akunya.
Sampul rapot yang dibuat diluar daripada disdik tersebut sengaja diperuntukan bagi rapot kurtilas, mengingat rapot merupakan hasil nilai belajar siswa yang mesti dijaga. Maka dari itu poihaknya berisnisiatif untuk membuat sampul yang berbeda dengan yang lain, dan untuk hal tersebut tentunya memerlukan dana yang cukup. Adapun untuk potongan tabungan yang mencapai 10% tersebut dialokasikan untuk wali kelas masing-masing guna memenuhi kebutuhan sekolah.
Sedangkan menurut salahsatu orangtua siswa Rosadi, ia tidak pernah diajak ataupun diikut sertakan dalam kumpulan yang dilakukan oleh pihak sekolah. "Sekalipun saya gak pernah ikut kumpulan," pungkasnya. (rok)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template