Trantib Kutawaluya tak Beri Izin Toko Permanen - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Trantib Kutawaluya tak Beri Izin Toko Permanen

Trantib Kutawaluya tak Beri Izin Toko Permanen

Written By Mang Raka on Kamis, 08 Juni 2017 | 15.00.00

KUTAWALUYA, RAKA - Kasi Trantib Kecamatan Kutawaluya, M Sarmo, membantah telah memberikan izin kepada pemilik toko untuk membangun bangunan permanen di lahan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kecamatan Rengasdengklok di tepian jalan Kutawaluya-Rengasdengklok.
Sebelumnya, staf PUPR Rengasdengklok, Narman, mengatakan dan mengaku pernah bicara dengan pemilik sekaligus yang mendirikan warung permanen di lahan milik PUPR. Saat itu, pemilik toko menerangkan kepada Narman, telah mendapatkan izin dari Kasi Trantib Kecamatan Kutawaluya, M Sarmo. Pasalnya, untuk bisa membangun dan mendirikan toko di atas lahan PUPR ini, pemilik ruko mengakui sempat menghabiskan uang puluhan juta rupiah untuk bisa mendirikan warung secara permanen. "Dulu saya sempat ngobrol sama yang punya bangunan, ia mengaku surat tersebut sudah disahkan langsung oleh pihak Kecamatan Kutawaluya yakni oleh kasi trantibnya langsung, dan pemilik toko mengaku sudah menghabiskan uang puluhan juta rupiah," terang Narman.
Namun, ketika behasil ditemui Radar Karawang, Kasi Trantib Kecamatan Kutawaluya M Sarmo membantahnya, ia mengaku tidak pernah mengizinkan bangunan apapun apalagi untuk pembangunan secara permanen di tepian jalan tesebut. Kendatipun bangunan tersebut masih dalam ruang lingkup wilayah Kecamatan Kutawaluya, ia menyadari bahwa bangunan tersebut didirikan di atas lahan PUPR. "Saya tidak pernah memberikan izin apapun untuk bangunan pemanen di tepian jalan tesebut," katanya, kepada Radar Karawang, Rabu (7/6) kemarin, di ruangannya.
Adapun untuk menindak lanjuti bangunan tersebut, kendatipun awalnya ia mengaku tidak mengetahui apa-apa, namun di dalam pengakuanya ia menerangkan bahwa bangunan tersebut sesuai dengan instruksi camat terdahulu. "Sebenarnya bangunan itu kewenangan camat terdahulu yang sekarang sudah almarhum. Kalau kata camat harus dibongkar, ya kita bongkar," terang dia.
Lebih lanjutnya, untuk melakukan pembongkaran pun ia tidak bisa semena-mena, harus menunggu instruksi dari pihak PUPR itu sendiri. Dan selama bangunan tersebut tidak menggangu pengguna jalan, bangunan tersebut layak untuk dipertahankan, mengingat jaraknya pun jauh dari radius jalan raya. "Saya rasa pengguna jalan nyaman-nyaman aja, terkecuali kalau memang akan diadakan pelebaran jalan ataupun hal lainnya yang menjadi program PUPR, dan kalaupun harus dibongkar, bongkar semua termasuk yang dari arah Rengasdengklok, supaya tidak terjadi perselisihan antara pemilik toko. Intinya mah supaya adil, kalau bongkar, bongkar semua," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template