Tiga Hari Server PPDB Online Eror - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Tiga Hari Server PPDB Online Eror

Tiga Hari Server PPDB Online Eror

Written By Mang Raka on Jumat, 09 Juni 2017 | 12.30.00

-SMAN Cilamaya Siasati Pendaftaran Manual

CILAMAYA WETAN, RAKA - Pendaftar SMA/SMK negeri mulai deg-degan. Bukan khawatir tidak diterima, tapi karena tiga hari ini server Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online eror.
Mensiasati hal itu, Balai Pelayanan dan Pengawasan Pendidikan Wilayah (BPPPW) II Karawang (meliputi wilayah kerja Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Subang) meminta kepada panitia PPDB membuka pendaftaran secara manual.
Seperti yang dilakukan panitia PPDB online SMAN 1 Cilamaya, mereka melayani pendaftaran secara manual, karena hingga Kamis (8/6) siang kemarin, server PPDB online masih mengalami gangguan. Berkas siswa calon peserta yang sudah discan dan diupload, seperti kartu jaminan kesehatan, jaminan sosial, sertifikasi prestasi dan surat keterangan lulus, tidak ada satupun yang muncul di server PPDB. "Hari ini (Kamis) katanya mau diperbaiki. Kalau selesai berarti lanjut online. Tapi kalau masih ada gangguan, sesuai arahan ya besok boleh PPDB manual saja di sekolah," ungkap Kepala SMAN 1 Cilamaya R Eman Sulaeman S.Pd kepada Radar Karawang, Kamis (8/6) kemarin.
Ia melanjutkan, sejak dibuka pendaftaran tiga hari terakhir, terhitung Kamis pagi baru tiga peserta saja yang sudah terverifikasi. Karena pendaftar yang sudah mengupload berkas tidak muncul di server. Mengantisipasi itu, ada arahan dari BPPPW agar membuka pendaftaran secara manual, jika hingga Jumat (9/6) server masih mengalami gangguan. "Banyak pendaftar yang sudah upload, tapi gak muncul, semoga ada perbaikan," harapnya.
Kepala sekolah asal Kasomalang Subang ini menambahkan, tahun ini SMAN 1 Cilamaya menerima siswa sebanyak 432 orang untuk 12 rombongan belajar, dan dibatasi 36 siswa per rombel. Melihat asumsi jumlah lulusan dan kebutuhan yang ada di sejumlah SMA/SMK dan MA di Cilamaya, pihaknya masih kurang 8 siswa. Itu artinya, dia meyakini 12 rombel sesuai batasan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terpenuhi. Karena, jika lebih satu atau dua siswa saja per rombel, resiko yang dihadapi siswa adalah tidak bisa masuk data pokok pendidikan (Dapodik), dan terancam tidak bisa menerima bantuan pendidikan seperti bantuan operasional sekolah (BOS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP). "Aturan baru yang ketat ini harus dipahami semua pihak. Karena dalam satu rombel tidak bisa lagi menampung lebih dari 40 siswa. Meskipun di satu sisi, keterbatasan rombel dan tenaga pengajar akan dihadapi sebagai dampak asumsi satu kelas berisi 36 siswa," ujarnya.
Sedangkan operator SMPN 1 Kutawaluya H Kosim, dirinya mengakui pendaftaran PPDB secara online mengalami banyak kendala. Seharusnya sudah dilaksanakan sejak Selasa (6/6), namun semua operator mengikuti rapat, sehingga baru bisa dilaksanakan Rabu (7/6). Dirinya mengakui masih banyak siswa yang belum mendaftar secara online di sekolahnya masing-masing, sehingga pihaknya menyediakan fasilitas pendaftaran siswa yang sifatnya hanya membantu. Karena pada teknisnya siswa tersebut daftar secara online secara perorangan. "Severnya lemot, dan ada satu kesalahan teknis, entah dari provinsi ataupun dari kitanya saya gak tahu. Untuk sekolah pilihan kedua tidak tampil di dekstop, namun ketika diprint malah muncul," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Ahmad Hadadi, tak menampik ada gangguan jaringan saat PPDB tiga hari terakhir di Kabupaten Karawang. Namun, menurutnya tidak akan menghalangi proses pendaftaran. Pihaknya mempersilahkan mendaftar secara manual ke sekolah. "Daftar manual langsung ke sekolah tujuan." singkatnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template