Tabungan Siswa Disunat 10 Persen - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tabungan Siswa Disunat 10 Persen

Tabungan Siswa Disunat 10 Persen

Written By ayah satria on Senin, 12 Juni 2017 | 15.23.00

Orangtua Murid SDN 2 Batujaya Uring-uringan

BATUJAYA, RAKA - Akhir tahun menjelang pembagian rapor, menjadi momen yang cukup menegangkan bagi peserta didik. Pasalnya, hasil kerja keras siswa selama satu tahun dalam proses kegiatan belajar mengajar, bisa diketahui dari jumlah nilai yang tercantum dalam rapor tersebut. Namun, apa jadinya jika momen itu dirusak oleh oknum guru yang berusaha meraup keuntungan.
Berdalih hasil kesepakatan antara wali murid dan komite, guru SDN 2 Batujaya seenaknya memotong tabungan anak didik. Tidak tanggung-tanggung, tabungan satu orang anak disunat 10 persen. Potongan tabungan bertuliskan biaya administrasi, itu dibarengi dengan biaya pembelian kaos Rp 85 ribu dan sampul rapor Rp 50 ribu.
Seperti yang dikatakan Rosadi, orangtua Fahmi siswa kelas 1. Tabungan anaknya di sekolah dipotong 10 persen. Belum lagi dengan uang pembayaran sampul rapor yang mencapai Rp 50 ribu. "Masa potongan tabungan sampai 10 persen, zakat aja yang wajib cuma 2,5 persen. Kalau masalah kaos boleh lah, karena ada bukti fisiknya yang bisa dipakai anak-anak," katanya kepada Radar Karawang di kediamannya, Minggu (11/6) kemarin.
Potongan tabungan tersebut, lanjut dia, hal yang wajar jika masih dibatas normal. Namun, lain halnya jika sudah diluar batas kewajaran dan kemampuan orangtua siswa. Pasalnya, dengan harga Rp 50 ribu untuk satu sampul rapor dirasa terlalu berlebihan. Mengingat jumlah siswa yang berada di kelas 1 saat ini mencapai 42 orang. "Untuk sampul rapor saja nyampe Rp 50 ribu, emang cetak di Bagdad," ujarnya.
Bahkan, dia tidak merasa pernah dipanggil oleh sekolah untuk memusyawarahkan potongan tersebut. "Belum ada kesepakatan antara komite dan wali murid untuk membahas hal tersebut," ungkapnya.
Di tempat berbeda, Kepala SDN 2 Batujaya Mardiono mengakui ada pemangkasan tabungan siswa dan pembiayaan lain yang dicantumkan dalam kwitansi. Hal itu hasil dari musyawarah antara wali murid dan komite. "Itu memang sudah disepakati oleh wali murid dan komite," akunya.
Dirinya mengaku sudah mengantongi izin dari kepala sapu bersih pungutan liar (saber pungli) dari Wakapolres Karawang. Yaitu jika sudah mendapat kesepakatan dari kedua belah pihak, antara lain pihak orangtua dan pihak sekolah, hal tersebut sudah menjadi perjanjian yang sah. "Kata kepala saber pungli juga kalau sudah sepakat kedua belah pihak mah gak apa-apa," pungkasnya. (rok)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template