Sawah di Purwasari Tinggal 260 Hektare - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sawah di Purwasari Tinggal 260 Hektare

Sawah di Purwasari Tinggal 260 Hektare

Written By Mang Raka on Kamis, 08 Juni 2017 | 15.00.00

PURWASARI, RAKA - Meski Peraturan Daerah (Perda) LP2B belum disahkan tetapi masing-masing Kecamatan sudah memiliki gambaran berapa luas lahan teknis berkelanjutan yang akan tersisa selama beberapa tahun kedepan.

Seperti di Kecamatan Purwasari, lahan teknis berkelanjutan dalam tiap tahunya terus berkurang, bahkan menurut Kepala UPTD Pertanian Purwasari Nana Trisna, yang tercantum dalam rancangan perda LP2B hanya 260 hektare. "Di Purwasari lahannya terus berkurang. Karena ada alihfungsi lahan. Bahkan nanti hanya disisakan sekitar 260 hektaran," ujar Nana kepada Radar Karawang Rabu (7/6).
Menurutnya, lahan yang akan disisakan itu masuk Desa Darawolong, sementara saat ini luas lahan di Desa Darawolong mencapai 518 hektare. Sedangkan luas lahan keseluruhan di Kecamatan Purwasari mencapai 1526 hektare. "Ini sudah ada pengurangan, karena luas lahan baku tahun lalu (2016) mencapai 1611 hektare," ujarnya.
Adapun terus berkurangnya lahan teknis di Purwasari dikarenakan banyaknya digunakan pembangunan perumahan umum (Perum). Bahkan didepan kantor UPTD Pertanian sendiri saat ini pembangunan perum sedang berjalan seluas 10 hektare. "Bahkan ada kecamatan lain yang direncanakan tidak memiliki lahan teknis. Kayak Cikampek dan Kotabaru," ujarnya.
Dengan adanya aturan yang ada, pihak UPTD Pertanian tidak memiliki kewenangan mengatur agar lahan yang ada di Purwasari jangan dialihfungsikan. Karena sebagai pegawai dia hanya menjalankan tugas sesuai tupoksinya. "Alih fungsi lahan tidak bisa dibendung karena aturannyakan mengamanatkan seperti itu," ujarnya.
Direktur Social Policy and Political Studies (Sospols) Muslim Hafidz, mengaku aneh dengan luas lahan sawah yang ada di Kabupaten Karawang, berdasarkan berkas Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Karawang tahun 2016. Meski Karawang identik dengan pertanian, tetapi Dinas Pertanian tidak masuk dalam urusan pemerintah daerah yang wajib dilaksanakan. "Hanya masuk urusan pilihan dari beberapa kedinasan," katanya.
Bahkan hasil perbandingan luas lahan sawah yang dijadikan acuan LKPJ dengan luas lahan yang dijadikan  Rencana Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang rencana dijadikan Peraturan Daerah. Kecamatan Tempuran masih menempati luas lahan terluas se-kabupaten Karawang, berdasarkan data dari tahun 2012 sampai 2016. Anehnya, Berdasarkan raperda LP2B luas lahan bertambah 578,43 hektar menjadi 7.058,43 hektar.
Yang lebih bombastis diwilayah Kecamatan Cilamaya Wetan, berdasarkan luas lahan sawah di Kecamatan tersebut  sebanyak 5.218 hektar naik lahannya sebanyak  6.288,53 hektar bertambah 1.070,53 hektare. Masih banyak permasalahan terkait data pertanian di karawang, meski perda LP2B saat ini masih terus dibahas oleh pansus DPRD Karawang yang melibatkan dinas terkait. "Saya menolak rancangan lahan pertanian pangan berkelanjutan sebelum adanya perbaikan data luas lahan," tegasnya.(zie)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template