Sampah Tanggung Jawab Pengelola Pasar Dengklok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sampah Tanggung Jawab Pengelola Pasar Dengklok

Sampah Tanggung Jawab Pengelola Pasar Dengklok

Written By Mang Raka on Rabu, 07 Juni 2017 | 13.00.00

RENGASDENGKLOK, RAKA - Penumpukan sampah di Pasar Rengasdengklok yang sampai saat ini belum terselesaikan, menuai banyak kecaman dari kalangan masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Rengasdengklok menilai pengelolaan sampah tersebut kewenangan pengelola pasar, bukan DLHK.
Kasubag TU DLHK, Dadi Wihardi mengatakan, sampah basah hasil produksi pasar yang berserakan ditepi jalan Pasar Rengasdengklok, sebenarnya bukan tanggung jawab DLHK. Sampah tersebut seharusnya menjadi tanggung jawab pengelola Pasar Rengasdengklok. Karena, di belakang pasar sendiri sudah disediakan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) yang diperuntukan sampah pasar sebelum dikirim ke TPA Jalupang. "Mungkin pengelola pun sudah ngomong langsung ke pedagang, namun pedagangnya saja yang membandel," katanya, kepada Radar Karawang, Selasa (6/6) kemarin, di kantornya.
Lebih lanjutnya ia mengaku dilema dengan penumpukan sampah pasar tersebut. Pasalnya, masyarakat sudah beranggapan bahwa sampah pasar tersebut merupakan tanggung jawab DLHK. Padahal tidak sepenuhnya, mengingat pasar pun mempunyai sistem dan pengelolaannya masing-masing. "Kalau didiamkan dan menunggu pedagagang sadar akan perbuatan membuang sampahnya itu salah, kayanya pasar keburu ke tutup sampah duluan, ya udah kita sagkut saja. Dan ketika kita angkut pun banyak masyarakat yang mengeluh dengan kemacetannya, karena kan mobil pengangkut gak bisa langsung berangkat, harus menaikan sampah dahulu, jadi dilematis kita," keluhnya.
Di sisi lain, tanggung jawabnya sendiri untuk mengangkut sampah di lain tempat menjadi terbengkalai akibat fokus terhadap sampah pasar. Pasalnya, untuk sampah pasar sendiri setiap harinya mencapai 70 kubik sampah. Sedangkan armada yang berada di Wilayah 2 Rengasdengklok hanya ada 4 unit. "Letak dilematisnya itu kalau gak diangkut tidak ada yang peduli, dan bahkan dibiarkan numpuk berserakan, sedangkan kalau diangkut banyak pekerjaan lain atau sampah ditempat lain yang terbengkalai, karena untuk kuota sampah pasar sendiri dlam sehari bisa menghasilkan 70 kubik, belum lagi pada bulan Ramadan seperti ini, pengadaan bahan-bahan di pasar ditambah seiring dengan kebutuhan masyarakat, namun armada yang pernah dijanjikan pemkab belum juga turun, dan inilah akibatnya, sampah-sampah ditempat lain tidak bisa kami angkut," ujarnya.
Hal senada dikatakan Emon, staf DLHK, seharusnya memang sampah tersebut menjadi kewenangan pengelola pasar, karena sampah pasar bukan dari kewajiban DLHK saja. Namun, itu tadi, pihak DLHK juga dilema melihat tumpukan sampah yang menggunung setiap hari. "Seolah pihak DLHK tidak bergerak, yang padahal setiap harinya kita memungut sampah pasar itu 2 kali dengan jumlah teruk pengangkut sebanyak 4 armada, Kalau dihitung 1 armada 6 kubik sampah, dikali 4 armada dengan 2 kali mengangkut, berarti dalam satu hari kita bisa mengangkut sebanyak 48 kubik, Dan itu pasti menyisakan tabungan sampah sehari 38 kubik, wajar saja sampah selalu berserakan dan menjadi lahan pergunjingan masyarakat," pungkasnya. (rok)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template