Pungutan Rutilahu tak Ada Instruksi Kades Medankarya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pungutan Rutilahu tak Ada Instruksi Kades Medankarya

Pungutan Rutilahu tak Ada Instruksi Kades Medankarya

Written By Mang Raka on Selasa, 13 Juni 2017 | 13.30.00

TIRTAJAYA, RAKA - Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Desa Medankarya Kecamatan Tirtajaya yang dinilai tidak tepat sasaran, justru tidak diketahui oleh pihak desa. Pasalnya, pihak desa hanya mendapatkan pengajuan dan tinggal menandatangani proposal yang dibawa oleh pelaksana atau yang mengajukan. Hal ini di sampaikan langsung Kepala Desa Medankarya, Nurhali.
Menurut Nurhali, kendatipun ia yang menandatangani penerima manfaat rutilahu, namun ia tidak pernah mengintruksikan untuk meminta dana bagi penerima rutilahu, mengingat, penerima rutilahu dipastikan warga yang kurang mampu. "Dengan banyaknya proposal yang diajukan melalui Pak Ipin, dibelakangnya ada main atau tidak saya tidak tahu, yang jelas datangnya proposal kepada saya, saya tinggal menandatanagi saja, pengajuannya dia yang bawa," katanya, kepada Radar Karawang melalui selulernya.
Pembangunan rutilahu yang merupakan program pemerintah Kabupaten Karawang tersebut, sambung dia, sempat diakuinya sebagai aspirasi dari partai yang ia bawa. Padahal, lanjut kepala desa, program rulahu tersebut merupakan program murni dari Pemkab Karawang yang tidak ada sangkut pautnya dengan dana aspirasi. "Ya sempet sih ada aku-aku seperti itu," ujarnya.
Seperti yang dikatakan Kenjon (62), warga Dusun Tanjungkerta, RT 009/003 Desa Medankarya, Kecamatan Tirtajaya, Minggu (11/6). Dirinya mengaku sudah 2 kali mengajukan proposal. Namun, sampai saat ini ia hanya bisa tertegun lesu dan berharap tidak pasti. Pasalnya, agar rumahnya bisa dibangunkan melalui program rutilahu, ia dipintai uang Rp 2 juta oleh pihak pelaksana. "Kata Pak Ipin dan temennya, kalau rumah saya mau dibangun dan dibedah rumah harus membayar dulu Rp 2 juta. Saya mah boro-boro uang 2 juta, buat makan aja susah," keluhnya.
Dikatakannya, rumah yang hanya dihuni oleh sepasang suami istri tersebut, sudah sangat memprihatinkan. Pasalnya, rumah tersebut merupakan tanah pribadi turun temurun dari orangtuanya terdahulu dan tidak alasan untuk tidak dibangunkan. Padahal, kondisi dinding bilik rumahnya yang bolong-bolong, juga atap yang disulam dengan plastik. Belum lagi dengan posisi rumahnya yang sudah miring di hiasi tiang-tiang penyangga untuk menahan rapuhnya atap. "Liat aja ke dalam, tiang di mana-mana, karena sudah mau roboh, saya mah takut kalau datang musim hujan dan angin, kalau pengen mah saya pengen banget rumah saya dibangun," harapnya.
Sedangkan ketika Radar Karawang berusaha mengkonfirmasi yang bersangkutan Ipin selaku Ketua PAC PKB, yang bersangkutan sedang dinas luar. (rok)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template