Polisi Ringkus Sindikat Curanmor - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Polisi Ringkus Sindikat Curanmor

Polisi Ringkus Sindikat Curanmor

Written By Mang Raka on Senin, 05 Juni 2017 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Satuan Reserse Kriminal (satreskrim) Polsek Telukjambe Timur menyergap lima dari enam pelaku sindikat curanmor yang biasa beroperasi di wilayah Polsek Karawang kota dan Telukjambe Timur.

usai menyimpan motor hasil kejahatan mereka di Kampung Lio, Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, Sabtu (3/6) dinihari lalu. Satu pelaku lainnya Mul alias Botak berhasil kabur setelah menceburkan diri ke Sungai Citarum. "Kelima pelaku merupakan sindikat curanmor lokal yang sudah lama kami cari. Bahkan, saat rumah yang sering dijadikan sebagai tempat penyimpanan sementara motor hasil curian itu, ditemukan 7 (tujuh)  unit motor berbagai jenis," kata Kapolsek Telukjambe Timur, Kompol Endang Kusnandar, Minggu (4/6).
Kelima begal motor yang berhasil disergap polisi masing-masing berinisial  Zn (25), Ms (25) alias Miun, AG, Ang alias bek dan GT alias Bote. Kelimanya, lanjut Endang merupakan warga Kecamatan Telukjambe Timur. "Sedangkan Mul masih terus kita kejar dan sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) Polsek Telukjambe Timur," terang Endang
Penangkapan  terhadap sindikat curanmor lokalan ini saat anggota reskrim melakukan penyelidikan sekaligus mengawasi rumah Ang alias Bek salah seorang pelaku curanmor, di sekitar tempat kejadian perkara(TKP) . Pasalnya, kata Endang, pihaknya baru saja  mendapat info dari masyarakat yang menyebutkan rumah tersebut kerap dijadikan sebagai tempat penyimpanan motor hasil curian. Saat polisi mengawasi rumah tersebut, tiba-tiba Mul dan AG datang membawa motor. "Namun, saat keduanya akan keluar, anggota langsung menyergap mereka. Ternyata ada enam pelaku dirumah tersebut dan satu diantaranya berhasil kabur," ungkap Endang.
Sindikat begal ini, jelas Endang, saat bertugas memiliki tugas dan tanggungjawab masing-masing, mulai dari mengawasi situasi, membawa motor hasil curian atau joki, pemetik serta penjual hasil curian. Motor tersebut dijual Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per unitnya. "Saat ini mereka sudah kita tahan. Mereka dijerat dengan pasal 363 KUHPidana," pungkas Endang. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template