Petani Telukjambe Pindah ke Wanajaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Petani Telukjambe Pindah ke Wanajaya

Petani Telukjambe Pindah ke Wanajaya

Written By Mang Raka on Senin, 05 Juni 2017 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Satu bulan tinggal di area rumah dinas bupati Karawang, akhirnya 270 petani Telukjambe itu harus kembali berpindah tempat. Kepindahan itu sesuai dengan kesepakatan dan janji awal, jika para petani itu tidak boleh tinggal lebih dari sebulan di RDB.
Meski begitu, kepindahan mereka ke Dusun Kaligandu, Desa Wanajaya, Kecamatan Telukjambe Barat, itu diiringi angin segar. Pasalnya, Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana kabarnya sudah mengeluarkan surat keputusan tentang pembagian lahan untuk para petani yang sempat menggelar aksi kubur diri di depan Istana Negara Jakarta tersebut. "Petani dipindahkan ke penampungan sementara di Desa Wanajaya, mereka ngontrak disana," ungkap seorang sukarelawan Cecep Hardiansyah kepada Radar Karawang, Minggu (4/6) kemarin.
Ia melanjutkan, kepindahan itu juga bukan karena paksaan tapi hasil kesepakatan awal dengan Pemerintah Kabupaten Karawang. Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari, katanya akan mengawal kasus ini sampai selesai. Karena menurut Cecep, pertemuan terakhir dengan wakil bupati dan asisten daerah, Bupati Cellica sudah tanda tangan SK. "Sekarang tinggal nunggu keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang dan PT Pertiwi Lestari, untuk menunjukan lokasi lahan yang mau ditempati permanen oleh petani, melalui BPN (Badan Pertanahan Nasional) Karawang. Keputusannya tiga sampai empat hari kedepan," ujarnya.
Diketahui, para petani itu terusir dari rumah dan lahan pertaniannya sejak Oktober 2016. Mereka hidup telantar di penampungan Rumah Susun Adiarsa milik Pemerintah Kabupaten Karawang. Bantuan sosial dari pemerintah terhadap mereka juga telah dihentikan sejak 13 Februari 2017.
Setelah beberapa malam menginap di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah sambil terus berdemo di siang hari, ratusan petani Telukjambe pada Senin 20 Maret 2017, direlokasi ke Panti Asuhan Muhammadiyah, Jalan KH Mas Mansyur 57, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Seiring waktu, akhirnya Presiden Joko Widodo menerima perwakilan dari para petani dan memutuskan agar persoalan mereka segera diselesaikan, dengan cara memberi lahan pengganti dan membangunkan rumah sebanyak 96 unit. (apk/psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template