Pesantran Baitul Burhan Buka Pengajian Pasaran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pesantran Baitul Burhan Buka Pengajian Pasaran

Pesantran Baitul Burhan Buka Pengajian Pasaran

Written By Mang Raka on Senin, 05 Juni 2017 | 15.00.00

TEMPURAN, RAKA - Sudah menjadi kegiatan tahunan kajian kitab-kitab salaf digelar selama ramadan dengan sistem pasaran di Pondok Pesantren Baitul Burhan, Desa Lemahduhur, Kecamatan Tempuran. Sebanyak 776 Santri, ambil bagian dalam kegiatan pesantren Pimpinan KH Sofwa Abdul Gani tersebut dan akan dilaksanakan sampai 21 Ramadan.

Pengurus Pesantren Baitul Burhan, Ustad Ajang Syaeful Khiyar mengatakan, Pondok Pesantren Baitul Burhan merupakan pesantren yang tidak meninggalkn kebiasaan tradisi ulama salaf.  Semua santri baik yang sekolah atupun yang hanya mesantren semuanya harus berada di pesantren selama Ramadan. Pasalnya selain buka bersama para asatidz dihalaman utama masjid pesantren, para santri juga ikuti segudang pengajian kitab-kitab ulama salaf sistem pasaran sampai 21 Ramadhon. "Pesantren ini konsisten gelar pengajian Pasaran setiap bulan Ramadan, alhamdulillah saat ini ada 776 santri yang sekolah dan mondok ikut semua dalam pengajian," ungkapnya.
Selama Ramadan, sambung Ajang, kitab-kitab khusus yang dikaji para Kiai bersama para santri cukup banyak, baik Fiqh, Tasawuf hingga Nahwu Shorof, sebut saja sambung Ajang, kitab Daqoiqiul Akhbar, Madarijusuud, Imriti, Sulamunaroq, usfuriyah, Qurotul Uyun dan masih banyak kitab lainnya yang di kaji. Dari jumlah,  santri yang berjumlah 776 ini di bagi menjadi 6 kelas dari mulai kelas pra ibtida sampai kelas alfiah. "Banyak kitab yang dikaji, kalau yang tipis insyaallah sampai khatam selama pengajian berlangsung," katanya.
Waktu pengajian sendiri sambung Ajang, adalah setelah shalat subuh, setelah shalat duha, setelah duhur dan setelah salat Tarawih. Diharapkan, dengan kegiatan ini, santri-santri bukan saja bisa lebih mendalami agama, tetapi juga bisa memahami lughoh dan mengartikan tulisan arab dikitab-kitab kuning. "Waktu pengajiannya setelah salat-salat Fardhu, maupun setelah salat tarawih," pungkasnya.
Santri Pesantren Baitul Burhan Muhammad Hizbi mengatakan, dirinya merasa lebih banyak aktivitas ibadah di bulan Ramadan ini. Karena, dengan pengajian berbagai kitab ini, dirinya banyak belajar memahami ushul fiqh, apalagi diikuti bareng-bareng bersama ratusan santri lainnya. Disamping juga unsur kebersamaan selama Ramadhan di pesantren sangat begitu melekat, saling sering, saling belajar hingga sahur dan buka bersama menjadi kebiasaan. Diharapkan, setelah ramadan selesai, dirinya bisa terus memperdalam ilmu agama lebih detail. "Semoga saja bermanfaat untuk pengetahuan agama, karena banyak kitab yang saya ikuti pengajiannya," Pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template