Pengusaha Dituding Caplok Tanah Petani - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pengusaha Dituding Caplok Tanah Petani

Pengusaha Dituding Caplok Tanah Petani

Written By Mang Raka on Kamis, 08 Juni 2017 | 13.30.00

CIAMPEL, RAKA - Persoalan sengketa lahan masih mencuat di Kabupaten Karawang. Kali ini menimpa petani Desa Mulyasejati, Kecamatan Ciampel. Sekitar 70 hektaran tanah yang diklaim milik rakyat itu diduga beralih tangan ke anak-anak perusahaan Sinar Mas tanpa suatu proses peralihan hak yang sah.

"Anak perusahaan Sinar Mas Group tersebut adalah perusahaan yang bergerak di bidang forestry sebagai penyedia bahan baku produksi kertas PT. Pindodelli Pulp & Paper Mill," beber Ketua BMPAN Dadi Mulyadi kepada Radar Karawang, Rabu (7/6).
Dia menuturkan, sebenarnya beberapa waktu lalu di kecamatan Ciampel pernah dilakukan mediasi antara warga yang dirampas tanahnya dengan pihak PT Pindo Delli. Harapan adanya audiensi itu adalah agar adanya penyelesaian yang adil antara kedua belah pihak. "Tapi sampai saat ini pihak perusahaan justru menolak tuntutan warga karena menurut perusahaan pihaknya memperoleh tanah hasil pembelian dari Ko Amen," ujar Dadi yang saat ini melakukan advokasi kepada para petani Desa Mulyasejati.
Sedangkan, tambah Dadi, Ko Amen yang merupakan pengusaha asal Karawang sudah lama menjadi rekan bisnis Sinar Mas Group terutama dalam hal penyediaan lahan. "Bagi kami saat ini fakta hukumnya adalah lahan-lahan milik petani yang berada dalam penguasaan anak-anak perusahaan Sinar Mas," ujarnya.
Oleh karenanya, tambah Dadi, jika pihak perusahaan menyatakan bahwa kepemilikan lahan forestrynya sudah merasa Clear and Clean dengan Ko Amen, maka bagi para petani belum clear. "Jadi, perusahaan dan Ko Amen tidak usah saling lempar tanggung jawab," tegasnya.
Dia juga menyampaikan, jika pihak Sinar Mas merasa keberatan untuk melepas bidang-bidang tanah milik masyarakat dengan cara enclafe dari sertikat SHGBnya. Dia menduka lebih disebabkan oleh karena takut terbongkar kedoknya permainan yang selama ini dilakukan. "Selama ini SHGB tersebut sedang ada dalam Hak Tanggungan atas utang Sinar Mas kepada Chines Development Bank senilai 19,5 triliun," ujarnya.
Menurutnya, apabila lahan-lahan warga harus dienclafe dari SHGB yang masih dalam Hak Tanggungan artinya SHGB tersebut akan dinyatakan cacat secara hukum dan Sinar Mas akan kehilangan kepercayaan dari Bank Pembangunan Cina tersebut. "Belum lagi praktek dugaan suap miliaran rupiah di BPN saat proses Hak Tanggungan waktu itu  juga akan ikut mencuat," ujarnya.
Karena, tambah Dadan, masyarakat masih memegang bukti hak kepemilikan tanahnya berupa Sertipikat Hak Milik (SHM) dan sebagiannya lagi berupa Akta Jual Beli maka pihaknya mengaku akan segera mengirim email kepada China Development Bank (CDB). "Ini agar pihak CDB mengetahui apabila dari sekian banyak SHGB anak-anak perusahaan Sinar Mas yang dijaminkan itu sebagian luas lahannya diduga hasil perampasan dari masyarakat," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template