Penghuni Kosan Dipantau - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Penghuni Kosan Dipantau

Penghuni Kosan Dipantau

Written By Mang Raka on Jumat, 09 Juni 2017 | 12.00.00

KOTABARU, RAKA - Perilaku bebas yang kerap dilakukan para penghuni kos-kosan di Desa Sarimulya, Kecamatan Kotabaru, mendapat perhatian berbagai kalangan. Mulai dari pengelola kosan, masyarakat, maupun aparat.
Pengelola salah satu kosan di Desa Sarimulya, Faisal mengatakan, pihaknya akan melakukan penertiban agar lingkungannya tertib. Meski begitu, dirinya membantah lokasi yang dikelolanya sering dimanfaatkan oleh penghuninya untuk melakukan hal-hal negatif.
Faisal mengatakan, di lokasi kos-kosan yang dikelolanya mayoritas sudah berkeluarga. Hanya sedikit saja anak-anak muda. Meski begitu, dia akan melakukan penertiban. "Kemarin saya dipanggil sama pihak polres dan polsek datang ke rumah saya juga, masalah anak-anak kosan. Entar saya akan lakukan penertiban," katanya kepada Radar Karawang, Kamis (8/6) kemarin.
Muhammad Iqbal, warga Sarimulya yang tinggal tak jauh dari kantor Dinas Perhubungan di Jalan Ir Juanda, berharap agar para pendatang yang ngekos mampu menjaga nama baik kampung mereka. Karena, dirinya kerap melihat para penghuni kosan sangat bebas. Dia pun berharap pengelola kosan memperhatikan, bahkan menertibkannya. "Terkenalnya kosan bebas, banyak sih sekarang mah kosan bebas tuh. Soalnya kalau nggak bebas kosannya engga bakal laku," tuturnya.
Sementara Ketua RT setempat, Neng Casita mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak mengatahui berapa jumlah para penghuni kosan yang berada di lingkungannya. Jangankan untuk jumlah penghuni kosan, terkait laporan identitas para penghuninya saja dirinya tidak pernah diberitahu. "Saya mah nggak pernah tahu dan nggak mau tahu aja, soalnya saya sendiri sebagai ketua RT di sini nggak pernah dianggap," katanya.
Dia menuturkan, yang lebih bertanggungjawab adalah pengelola kosan. Menurutnya, penghuni kosan kebanyakan anak muda yang dikenal pergaulannya bebas. "Sok aja tanya sama tukang ojek, kalau ditanya habis dari mana pasti jawabnya habis dari kosan jaxxay," katanya.
Neng juga mengeluhkan minimnya partisipasi para penghuni kosan terhadap kegiatan-kegiatan di lingkungannya. Semisal mau Rajaban atau Muludan, para penghuni tidak pernah memberikan kontribusi apapun. "Padahal selama mereka masuk dalam lingkungan, setidaknya ada pemasukan untuk RT maupun kegiatan lainnya," katanya.
Bukan berarti dirinya tidak ingin memperhatikan pergaulan penghuni kos-kosan sehari-hari, namun yang lebih bertanggungjawab pengelola kos-kosan. Diakuinya, kepala desa pernah menyarankan untuk meminta keterangan para penghuni, minimal KTP dan domisili untuk dijadikan keterangan jika sewaktu-waktu terjadi apa-apa. Tapi hal tersebut tidak bisa dilakukannya.
Saat dihubungi, Kepala Desa Sarimulya Tatang Hidayat belum memberikan keterangan terkait berapa jumlah kos-kosan yang ada di wilayah desa yang dipimpinnya.
Kapolsek Kotabaru Ipda Asep Nugraha mengaku terus melakukan operasi hingga malam saat semua warga tertidur. "Tiap hari tiap malam kita melaksanakan razia operasi pekat, kami dari polsek sudah bekerja semaksimal mungkin," katanya. (yna)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template