Pelajar SMP Saling Serang di Wadas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pelajar SMP Saling Serang di Wadas

Pelajar SMP Saling Serang di Wadas

Written By Mang Raka on Sabtu, 17 Juni 2017 | 11.30.00

-Satu Orang Luka

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Sehari jelang masa liburan, pelajar SMP kembali berulah. Jumat (16/6) sore, sekelompok pelajar dari SMPN 1 Cilamaya Kulon, SMPN 3 Karawang Timur, SMPN 3 Klari dan gabungan sejumlah SMP lainnya terlibat aksi adu jotos di Dusun Peundeuy, Desa Karyamukti, Kecamatan Lemahabang, sekitar pukul 15.00.
Belum jelas motif gesekan antaroknum pelajar tersebut, namun akibat keributan tersebut, sedikitnya dua siswa SMPN 1 Cilamaya Kulon terkena luka bacokan di bagian pundak dan lemparan batu. Warga Karyamukti, Suherman mengatakan, saat kejadian diduga ada beberapa anak SMP menaiki mobil bak. Kemungkinan ada ketersinggungan saling ejek, ada empat motor siswa lain yang mengejar siswa yang berada di atas mobil bak. Bahkan aksi para pelajar itu sempat dikejar oleh beberapa aparat Desa Lemahabang, dan aparat dari Polsek Lemahabang. "Ribut saling kejar antara mobil yang dinaiki dan empat motor siswa lainnya," ungkapnya.
Salah seorang pemilik toko di Desa Karyamukti Opik mengatakan, sepengetahuannya saat dirinya berada di toko pinggir jalanan Peundeuy, ada anak-anak pelajar seusia SMP sekitar empat motor, ngejar-ngejar pelajar lain yang menumpang mobil pikap yang melaju ke arah Cilamaya. Anak-anak tersebut mengejar sambil memutar-mutarkan sabuk semacam gir. Tidak berselang lama, pihak kepolisian dan Linmas Desa Lemahabang juga nampak mengejar mereka yang diduga bakal tawuran antarpelajar SMP.
Menurut Opik, anak-anak yang menumpangi mobil pikap sebanyak 15 hingga 20 siswa, termasuk seorang diantaranya perempuan. Sementara pelajar yang mengejar sebanyak empat motor. Setelah itu sebutnya, dirinya tidak tahu apa yang terjadi maupun korban setelahnya. "Saya lihat di toko ada siswa naik pikap dikejar-kejar empar motor siswa lainnya, sambil menantang menggunakan sabuk diputar-putar semacam gir gitu," ujar pengurus Karang Taruna Desa Karyamukti itu.
Saat kejadian berlangsung, diakuinya, kondisi jalanan sempat macet beberapa saat karena sedang ramai-ramainya. "Kejadiannya bukan duel, tapi pelajar yang di mobil pikap dikejar-kejar terus sama pelajar yang pake motor sambil muter-muter pakai sabuk dan pake gir gitu," imbuhnya.
Kades Karyamukti Idha Komara mengatakan, informasi yang diperoleh dari anak buahnya, para pelajar SMP mendadak ribut kecil di Peundeuy. Namun tidak jelas apa yang menjadi penyebab kerusuhan tersebut. Warga setempat juga tidak banyak yang tahu detil, dari mana oknum-oknum siswa tersebut berasal. Karena tak berselang lama kejadian, pihak kepolisian langsung menyeterilkan tempat kejadian, dan mengamankan sejumlah bocah. Informasi yang diterimanya, ada pelajar dari Cilamaya yang kena luka bacokan, dan dilarikan ke Klinik Wadas Medika. "Ada siswa yang kena bacokan, gak tahu pakai alat apa. Karena langsung diamankan polsek," jelas Idha.
Kepala SMPN 1 Cilamaya Kulon Oman Suswana S.Pd membenarkan bahwa ada siswanya yang mengalami insiden di Peundeuy. Dari keterangan pihak sekolah yang diutus ke Polsek Lemahabang, siswanya menjadi korban pembacokan. Karena menurut informasi, pelaku yang membacoknya adalah pelajar dari SMPN 3 Karawang Timur, SMPN Klari dan gabungan pelajar lainnya.
Salah seorang siswanya terkena bacokan di bagian pundak. Bahkan serangan benda tajam itu juga menyasar ke salah satu siswinya. Beberapa siswanya sebut Oman, dikejar-kejar sebelum akhirnya dikenai benda tajam, lalu dibawa ke klinik terdekat. Baru sehabis Magrib, insiden ini sudah ditangani para orangtua masing-masing. Karena insiden tersebut terjadi sudah di luar waktu sekolah. "Masya Allah ieu barudak bikin masalah wae, betul kena bacokan, bukan lemparan batu saja," ungkapnya.
Kapolsek Lemahabang Iptu Sunarto memastikan, insiden yang terjadi tidak ada pembacokan, hanya ada yang kena lemparan batu, namun tidak apa-apa. Sejauh ini, pihak kepolisian mengaku masih mencari informasi asal siswa, dan motifnya membuat kericuhan di Peundeuy. "Bukan (dibacok), hanya kena lemparan batu saja, tapi tidak apa-apa," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template