Pabrik Garmen Ramai-ramai Hengkang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pabrik Garmen Ramai-ramai Hengkang

Pabrik Garmen Ramai-ramai Hengkang

Written By ayah satria on Senin, 12 Juni 2017 | 15.24.00

KLARI, RAKA - Tingginya upah minimum kabupaten Karawang dibanding daerah lain di Jawa Barat, disebut-sebut menjadi pemicu beralihnya angin investasi ke wilayah berupah murah.
Pantauan di lapangan, salah satu perusahaan yang sudah hengkang akibat upah tinggi, terjadi di Kawasan Universal Industrial Park, Kecamatan Klari. Kondisi bangunan pabrik di tempat ini mayoritas sudah tidak beroperasi. Terlihat banyak gudang pabrik dibiarkan kosong bahkan sudah dipenuhi rumput ilalang di sekitarnya. Meski begitu, terlihat beberapa petugas keamanan masih berjaga di sekitar lokasi. Padahal sebelumnya, di tempat tersebut terdapat ribuan buruh pabrik lalu lalang bekerja setiap hari.
Pengelola Kawasan PT Luitex Ade mengatakan, beberapa perusahaan di wilayah itu kini sudah tidak beroperasi lagi, dan memilih pindah ke Majalengka. Menurut Ade, kenaikan UMK ini sangat berat terutama oleh perusahaan di sektor tekstil, sandang dan kulit. "Dulu ada 5000 lebih buruh PT Hansae terdiri dari 4 factory. Semuanya sudah dipecat karena perusahaan tidak mampu membayar upah tinggi. Perusahaan mencari daerah yang UMK nya kecil seperti di Majalengka," ujar Ade kepada Radar Karawang.
Menurut Ade, selain PT Hansae, beberapa perusahaan yang pernah beroperasi di kawasan ini yaitu PT Luitex, dan PT Seunbox. Perusahaan tersebut memilih pindah ke Majalengka. Alasannya karena upah di Karawang terlalu tinggi mencapai Rp 3,6 juta. Sedangkan di Majalengka hanya Rp 1,5 juta. "Padahal mayoritas buruh yang dulu bekerja disini adalah perempuan dan asli warga Karawang. Ya, mau gimana lagi perusahaan sudah tidak sanggup membayar upah tinggi," ujarnya.
Ia melanjutkan, mayoritas para pekerja yang dulu dipecat adalah wanita berumur antara 30 sampai 46 tahun. Sehingga akan sangat sulit ketika mencari pekerjaan lain.  "Selain terbentur usia, mereka juga terbentur masalah ijazah yang mayoritas hanya ijazah SD dan SMP," ujarnya.
Sementara itu, salah satu pimpinan perusahaan lain di Kecamatan Klari juga mengungkapkan hal sama. Meski perusahaan yang dia pimpin masih beroperasi, namun akhir tahun 2017 ini mereka juga akan hengkang ke daerah lain. Alasannya sama, yakni tidak mampu membayar upah tinggi di Karawang. "Jadi kenaikan UMK itu dampaknya panjang. Perusahaan yang sekarang hengkang itu merupakan dampak kenaikan UMK tahun 2013," ujar laki-laki berperawakan gempal ini.
Saat negosiasi kenaikan UMK tahun 2013 lalu, dia bersama perusahaan lain yang bergerak di bidang TSK sudah memberitahu pemerintah daerah terkait dampak yang akan timbul. Tetapi ternyata pemerintah terkesan acuh, dan tidak mau mendengar keluhan pengusaha. "Kita mengingatkan sudah, bicara sudah (ke pemda). Saya bahkan sampai nangis, tapi ya mau gimana lagi. Ini akibatnya sekarang kan, banyak perusahaan akhirnya tidak mampu bayar upah, dan harus pindah ke daerah lain," ujarnya.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana menyebutkan dengan upah yang tinggi di Karawang saat ini, tidak membuat sejumlah perusahaan kapok berada di Karawang. "Saya sudah komunikasi dengan pihak pengusaha seperti Apindo dan Kadin, sejauh ini tidak ada masalah dengan pengusaha. Kalau pun ada yang hengkang dan bangkrut itu masalah pribadi perusahaan sendiri," katanya.
Cellica sendiri menjanjikan bahwa Karawang akan tetap menjadi wilayah incaran para investor, untuk menanamkan modalnya meski dengan gaji yang sangat tinggi di Karawang. Pola pembangunan infrastruktur yang baik dan perizinan yang mudah akan diberikan kepada para pengusaha. "Itu akan menjadi tawaran pemerintah daerah kepada para pengusaha. Dengan bantuan program pemerintah pusat untuk mempercepat infrastruktur yang baik, membuat Karawang tetap menjadi magnet," kata Cellica belum lama ini. (zie/psn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template