Nahrul Hayat, Masjid para Tahfidz - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Nahrul Hayat, Masjid para Tahfidz

Nahrul Hayat, Masjid para Tahfidz

Written By ayah satria on Senin, 12 Juni 2017 | 15.31.00

Kubah menjadi salah satu ciri masjid atau musala di tanah air. Tetapi ada yang berbeda dengan masjid di komplek Kawasan Industri Kujang Cikampek. Masjid yang diberi nama Nahrul Hayat itu tidak memiliki kubah sebagaimana masjid pada umumnya.
"Masjidnya dibangun unik karena tanpa kubah. Arsiteknya Ir Nu'man dari ITB Bandung. Beliau gak pernah bangun masjid dengan desain yang sama, beliau juga arsitek masjid di ITB," ujar pelaku sejarah pembangunan Masjid Nahrul Hayat, HM Rochmat Fattah SH kepada Radar Karawang.
Awal diresmikannya, masjid tersebut dinamai Masjid Agung Kalihurip. Tetapi pada perkembangannya, diberi nama Nahrul Hayat. Nama tersebut berdasarkan hasil diskusi dengan tokoh masyarakat pada waktu itu. "Nahrun itu artinya sungai, hayat itu kehidupan. Jadi sungai kehidupan. Atau Kalihurip. Karena ada di Desa Kalihurip," ujarnya.
Ia melanjutkan, masjid itu dibangun karena komplek perumahan karyawan Kujang sudah mula diisi. Kemudian membutuhkan tempat ibadah yang representatif. Terutama untuk menjalankan ibadah salat Jumat. Bahkan sebelum masjid tersebut berdiri, warga melakukan salat Jumat berpindah-pindah. "Jumatannya mula-mula di komplek perumahan. Kemudian di sekolah. Setelah masjidnya jadi, baru di masjid. Waktu itu inisiatornya Ir Andong Saleh. Beliau juga ketua DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) pertama," ujarnya.
Masjid Agung Kalihurip yang saat ini disebut Masjid Nahrul Hayat diresmikan tanggal 9 Juni 1983, bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun PT Pupuk Kujang Cikampek. Untuk fasilitasnya, bisa dikatakan masjid yang paling lengkap. Karena selain ruang untuk tempat salat, terdapat ruang DKM di lantai dasarnya. Kemudian di lantai dua ada beberapa ruangan yang digunakan untuk belajar para santri.
Selain itu, lahan parkir dan halamannya cukup luas. Bahkan halamannya sering digunakan untuk manasik haji. Baik para calon jemaah haji maupun anak-anak TK/RA atau madrasah. Ada juga kantor Baitul Mal Watamwil (BMT) yang menjadi pusat perekonomian untuk kemakmuran masjid.
"Kalau sekarang pengelolaannya di bawah komando Pak Saroyo, beliau ketua DKM nya," ujar Rochmat Fattah, yang sebelum pansiun menjabat sebagai Kepala Kompartemen Sekretariat PT Pupuk Kujang.
Sementara menurut Manager Humas PT Pupuk Kujang Ade Cahya, masjid tersebut menjadi sentral kegiatan keagamaan bagi warga sekitar, khususnya warga Perumahan Kujang. Bahkan khusus di bulan Ramadan tahun ini, ada program satu malam satu juz. "Program satu malam satu juz itu baik saat tarawih. Maupun di luar tarawih. Sehingga dipastikan dalam satu bulan hatam Quran," ujarnya.
Kemudian di sepuluh hari terakhir ada itikaf, dan tiap hari selalu ada buka puasa bersama secara gratis. Biasanya warga dari luar banyak yang datang untuk menjalankan ibadah di masjid ini. "Sumber keuangan untuk buka puasa bersama adalah dari iuran warga perumahan," katanya.
Kemudian ada kegiatan qiamulail pukul 2 dinihari. Jadi bagi jemaah yang mau melakukan qiamulail, saat salat tarawih, tidak ikut witir. Nanti di malam hari mereka melakukan salat sunah tahajud, hajat, tasbih, termasuk witir. "Alhamdulillah, jemaahnya banyak terus termasuk dari warga luar perumahan," ujarnya.
Selain itu, ada kegiatan tahfidz, karena terdapat santri tahfidz sekitar 60 orang. Mereka usianya dari 10 tahun hingga 18 tahun. Tenaga pengajarnya adalah hafidz Quran, mereka juga yang selalu menjadi imam di masjid ini. "Jadi kegiatan siswa madrasah itu ya di sini. Di masjid ini. Alhamdulilah masjid ini jadi sentral kegiatan keagamaan bagi lingkungan sekitar," pungkasnya. (zie)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template